Penyebab dan Dampak Pemukim Zionis Dipersenjatai di Tepi Barat
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i139472-penyebab_dan_dampak_pemukim_zionis_dipersenjatai_di_tepi_barat
Itamar Ben Gvir, Menteri Keamanan Dalam Negeri Rezim Zionis dan ketua partai sayap kanan ekstrem, Otzma Yehudit, mengeluarkan izin peningkatan lima kali lipat penggunaan senjata bagi pemukim Zionis yang berada di Tepi Barat.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 10, 2023 09:58 Asia/Jakarta

Itamar Ben Gvir, Menteri Keamanan Dalam Negeri Rezim Zionis dan ketua partai sayap kanan ekstrem, Otzma Yehudit, mengeluarkan izin peningkatan lima kali lipat penggunaan senjata bagi pemukim Zionis yang berada di Tepi Barat.

Berdasarkan perintah ini, penerbitan izin senjata untuk pemukim Zionis akan meningkat dari 2.000 menjadi 10.000 per bulan. Instruksi ini menyatakan bahwa aturan melakukan wawancara untuk mendapatkan izin membawa senjata telah dihapus, dan petugas cadangan tentara Zionis dan petugas penjara akan menerima izin untuk membawa senjata pribadi.

Sebelumnya, Gvir menyinggung permohonan 17.373 berkas izin membawa senjata, dan mengumumkan rencananya untuk menambah jumlah pegawai di departemen perizinan senjata api. Tujuan dikeluarkannya perintah ini sebagai tanggapan segera atas permintaan sekitar 9.000 pemukim Zionis yang menunggu izin untuk membawa senjata agar mereka memiliki kekuatan guna menghadapi pejuang Palestina.

Pemerintahan baru Netanyahu dibentuk dengan kehadiran partai-partai sayap kanan, yang memicu penentangan keras dari berbagai kalangan. Sebab, kebijakan ekstrem Ben Gvir di Tepi Barat akan melemahkan tentara dan polisi yang membuatnya rentan atas peningkatan ancaman internal dan eksternal. Dari sudut pandang ini, para analis menilai langkah mempersenjatai lebih banyak pemukim Zionis untuk menutupi kelemahan tentara dan polisi Israel yang ada selama ini.

Di sisi lain, pemerintahan baru Netanyahu dan tokoh-tokoh ekstremisnya seperti Ben Gvir ingin memajukan tujuan dan kebijakan mereka dengan cara apa pun. Hal ini berarti bahwa dengan lebih banyak mempersenjatai para pemukim Zionis akan menempatkan orang-orang Palestina dalam posisi defensif. Oleh karena itu, salah satu hasil dari peningkatan aksi tersebut adalah peningkatan pertahanan orang-orang Palestina dari serangan pemukim Zionis, selain menghadapi polisi dan tentara Israel.

 

Itamar Ben Gvir

 

Langkah baru Ben Gvir meningkatkan pemberian izin penggunaan senjata sebanyak lima kali lipat dari sebelumnya akan meningkatkan serangan bersenjata di Tepi Barat, dan mendorong wilayah ini ke arah pertempuran bersenjata dengan orang-orang Palestina. Pada saat yang sama akan mendorong front lain dari perang saudara di tubuh Israel sendiri.

Terciptanya situasi seperti itu menjadi salah satu alasan penentangan keras di dalam Israel terhadap rencana Ben Gvir mempersenjatai lebih banyak para pemukim Zionis. Dari sudut pandang ini, tanggung jawab keamanan yang selama ini diemban di pundak Otorita Ramallah  diambil alih secara penuh oleh institusi militer dan keamanan rezim Zionis dan pemukim Zionis. Banyak kalangan di Israel memandangnya sebagai langkah mundur.

Dari tinjauan ini, salah satu tujuan kunjungan pejabat pemerintahan Biden, termasuk Menteri Luar negeri AS Antony Blinken ke Israel untuk mencegah Otorita Ramallah memutuskan kerja sama keamanan dengan rezim Zionis, sehingga institusi ini akan tetap memikul tanggung jawab berurusan dengan kelompok perlawanan Palestina.

Di antara penentang keras mempersenjatai para pemukim Zionis adalah para wanita yang khawatir senjata ini digunakan untuk melawan mereka dalam kekerasan keluarga. Menurut situs Ibrani, Walla, beberapa wanita Israel yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga mengungkapkan keprihatinan mereka tentang rencana Itamar Ben Gvi untuk memfasilitasi penggunaan senjata api. Mereka mengkhawatirkan pemberian izin penggunaan senjata api lebih banyak dapat meningkatkan jumlah pembunuhan perempuan dalam perselisihan keluarga.

Pada November 2022, sebuah organisasi bernama "Lobi Wanita di Israel" mengumumkan sebuah laporan bahwa hampir 20 wanita Israel terbunuh setiap tahun karena kekerasan dalam rumah tangga. Tampaknya, kebijakan baru Ben Gvir akan ,menambah jumlah keluarga perempuan yang terbunuh dengan senjata api karena perselisihan keluarga atau mereka yang dianiaya. Dari perspektif ini gelombang penentangan terhadap kebijakan Ben Gvir semakin mengalir deras.(PH)