Setelah Belasan Tahun Musuhi Suriah, Kini MBS Peluk Assad
Presiden Suriah, Bashar al-Assad mengunjnugi Arab Saudi untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab atas undangan Raja Salman bin Abdulaziz.
Assad tiba di Arab Saudi pada hari Kamis (18/5/2023) dan disambut hangat oleh Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman (MBS).
Assad terakhir kali menghadiri KTT Liga Arab tahun 2010, namun setelah krisis internal di Suriah dan sejak November 2011, keanggotaan negara ini di Liga Arab ditangguhkan.
Selama 12 tahun lalu, Suriah tetap menjadi anggota Liga Arab, tetapi tidak berhak menghadiri pertemuan organisasi ini, karena sejumlah anggota dan khususnya Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar menyatakan penentangannya atas sistem politik Suriah pimpinan Assad, dan berbalik mendukung penuh kubu oposisi dan kelompok-kelompok teroris takfiri.
Assad dengan bantuan Republik Islam Iran, Hizbullah dan Rusia berhasil mengalahkan kelompok-kelompok teroris, menjaga integritas wilayah Suriah dan mempertahankan sistem politik negara ini.
Negara-negara Arab setelah menyadari fakta bahwa tidak mungkin menumbangkan pemerintahan Suriah, secara bertahap mengambil langkah untuk memulihkan hubungan dengan Damaskus, dan pendekatan ini diawali oleh UEA. Pada tahun 20218, UEA mulai menjalin kembali hubungannya dengan Suriah, dan memainkan peran signifikan dalam memulihkan keanggotaan Suriah di Liga Arab.
Selama krisis Suriah, Assad hanya melakukan kunjungan ke Rusia dan Iran, dan selama dua tahun lalu juga berkunjung ke Oman dan UEA. Kini, pada 18 Mei 2023, dia berkunjung ke Arab Saudi untuk menghadiri KTT Liga Arab ke-32.
Liga Arab pada 7 Mei 2023 menyatakan secara resmi mencabut penangguhan keanggotaan Suriah di organisasi ini. Menteri luar negeri anggota-anggota Liga Arab pada 7 Mei 2023 dalam sidang istimewa menyatakan keputusannya untuk mencabut penangguhan keanggotaan Suriah di Liga Arab.
Dengan kata lain, mereka mengumumkan secara resmi kembalinya Suriah ke Liga Arab. Meskipun Suriah telah kembali menghadiri KTT Liga Arab, namun sampai saat ini Kuwait, Maroko dan Qatar masih menolak normalisasi hubungan dengan Suriah.
Pemulihan hubungan negara-negara Arab dengan Suriah dan kembalinya Damaskus ke Liga Arab merupakan kekalahan nyata bagi penentang pemerintah Suriah, khususnya Amerika Serikat (AS). Oleh kerena itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS dalam statemennya, menunjukkan ketidakpuasannya atas kembalinya Suriah ke Liga Arab. Kemlu AS menegaskan bahwa Suriah tidak berhak kembali ke Liga Arab.
AS mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mendukung segala bentuk normalisasi hubungan dengan Suriah dan tidak akan mendukung sekutunya dalam hal ini.
"Kami alih-alih menormalisasi hubungan dengan Bashar Assad, bahkan kami akan mempertahankan sanksi terhadap Suriah secara penuh," tegas Kemlu AS.
Menurut majalah Amerika, the News Week, diplomat AS dalam wawancara dengan majalah ini mengakui bahwa kembalinya Suriah ke Liga Arab memiliki sebuah pesan penting bagi AS, yaitu akhir kehadiran militer dan pencabutan sanksi terhadap Suriah. (RA)