Rakyat Yaman Tolak Kehadiran Militer AS dengan Alasan Apapun
-
Muhammad Abdussalam
Juru bicara Gerakan Ansarullah Yaman menentang kehadiran militer Amerika Serikat dalam transformasi negara ini.
Al-Masirah melaporkan, Muhammad Abdussalam, juru bicara Ansarullah dan ketua delegasi Yaman dalam perundingan di Kuwait, pada Jumat (15/7), mereaksi pernyataan para pejabat Amerika Serikat soal penambahan pasukannya di Yaman selatan dengan alasan pemberantasan terorisme dan Al-Qaeda, seraya mengatakan, "Rakyat Yaman menentang segala bentuk kehadiran militer asing di negara mereka."
Jubir Ansarullah juga menyinggung perundingan Kuwait dan menekankan kembali pentingnya pencapaian sebuah solusi damai dan mengatakan, "Delegasi Yaman tidak akan menerima persyaratan apapun dalam proses perundingan di Kuwait."
Dijelaskannya, masuknya delegasi Yaman ke Kuwait untuk memulai perundingan, berdasarkan pada prinsip-prinsip yang telah disepakati dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Kuwait sebagai negara tuan rumah.
Dua bulan berlalu sejak perundingan damai Yaman digelar di Kuwait, namun hingga kini belum tercapai kesepakatan penting kecuali pertukaran tawanan. Perundingan damai membentur jalan buntu akibat interferensi konstan Arab Saudi. (MZ)