Hamas Tanggapi Rencana Pembangunan Permukiman Zionis Baru di Quds
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengutuk keputusan Israel untuk membangun permukiman Zionis baru di utara Quds.
Pada hari Senin, rezim Zionis menyetujui rencana untuk membangun 1.700 unit kota baru di desa Beit Hanina di utara Quds yang diduduki.
Menurut situs Safa, gerakan Hamas mengutuk keputusan rezim Zionis untuk mengembangkan permukiman di utara Quds dan meminta PBB untuk memenuhi tanggung jawab internasionalnya terkait penghentian pembangunan permukiman ilegal dan diakhirinya pendudukan Zionis.
Mohammed Hamadeh, Juru Bicara Hamas di kota Quds hari Selasa (13/6/2023) mengatakan bahwa keputusan otoritas rezim Zionis untuk mengembangkan pemukiman di segitiga barat Quds Utara dan membangun 1.700 unit pemukiman baru untuk memperluas dua pemukiman Zionis yang dikenal sebagai Ramat dan Ramat Shlomo sebagai kejahatan baru dan pembersihan etnis oleh kabinet rezim Zionis terhadap bangsa Palestina.
Mohammad Hamadeh menyinggung sikap lemah publik internasional terhadap pemukiman Zionis yang menyebabkan keberanian dan dorongan otoritas Israel untuk melakukan lebih banyak kejahatan dan melanggar resolusi dan persetujuan internasional.
Dengan membangun permukiman Zionis dan menghancurkan rumah-rumah warga Palestina, rezim Israel berusaha mengubah struktur geografis wilayah Palestina dan memberikan wilayah tersebut wajah Zionis untuk mengkonsolidasikan dominasinya di wilayah Palestina.
Padahal, menurut Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334, aktivitas permukiman rezim Zionis adalah ilegal.(PH)