Akhirnya, Herzog Akui Friksi antara Israel dan AS
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i149990-akhirnya_herzog_akui_friksi_antara_israel_dan_as
Perjalanan 4 hari Isaac Herzog, kepala rezim Zionis, ke Amerika Serikat akan berakhir Jumat ini dalam situasi di mana Herzog mengakui kesenjangan antara kabinet Israel dan Amerika.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 22, 2023 08:45 Asia/Jakarta

Perjalanan 4 hari Isaac Herzog, kepala rezim Zionis, ke Amerika Serikat akan berakhir Jumat ini dalam situasi di mana Herzog mengakui kesenjangan antara kabinet Israel dan Amerika.

Selasa lalu, Isaac Herzog mengunjungi Amerika untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari setahun. Padahal sudah 7 bulan berlalu sejak kabinet Netanyahu dan dia belum mengunjungi Amerika Serikat.

Surat kabar Zionis Yedioth Aharonot menulis, "Undangan Herzog ke Washington untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari setahun merupakan tantangan bagi Netanyahu. Perdana menteri, yang telah menunggu undangan dari AS selama 7 bulan, merupakan periode waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi AS untuk mengundang perdana menteri Israel setelah pembentukan kabinet,".

Karena alasan ini, setelah perjalanan Herzog ke Amerika, sebagian besar analis mengakui perbedaan antara kabinet Biden dan Netanyahu dan menulis bahwa Herzog pergi ke Amerika untuk menengahi antara Netanyahu dan Biden.

Thomas Friedman, seorang jurnalis yang dekat dengan Gedung Putih menyoroti lawatan Herzog ke Washington dengan mengatakan bahwa Herzog diharapkan tampil sebagai mediator dalam perjalanan ini, dan tujuannya untuk mengurangi ketegangan antara Netanyahu dan Biden dan memulai negosiasi di antara mereka.

 

Benjamin Netanyahu

 

Akar ketegangan antara Netanyahu dan Biden kembali ke kebijakan dalam dan luar negeri kabinet Netanyahu. Di ranah domestik, reformasi yudisial kabinet Netanyahu, yang disertai dengan protes selama 28 minggu berturut-turut di wilayah pendudukan, serta komposisi kabinet, yang juga mencakup ekstremis dan rasis, dikritik oleh pemerintahan Biden.

Selain itu, meskipun berbagai pemerintah AS telah mendukung kekerasan Israel terhadap Palestina, dan pemerintahan Biden terus melakukannya, pemerintahan Biden tidak puas dengan tindakan kabinet Netanyahu yang terlalu kejam, yang benar-benar menghancurkan prospek solusi dua negara.

Dalam hal ini, Friedman juga menulis, "Kekecewaan Amerika terhadap kebijakan Israel tidak hanya terkait dengan kudeta yudisial, tetapi perluasan permukiman, penciptaan kawasan pemukiman ilegal, dorongan dan dukungan terorisme Yahudi terhadap Palestina, serta reaksi kemarahan para menteri dari pemerintahan ekstrem terhadap Biden, telah berkontribusi pada memperdalam ketegangan dan jurang pemisah di antara kedua pihak,".

Tampaknya di akhir perjalanan empat hari itu, Herzog belum mampu memperbaiki hubungan antara kabinet Israel saat ini dan Amerika Serikat. Isaac Herzog, kepala rezim Zionis pada hari terakhir perjalanannya ke Amerika Serikat dalam pertemuan Federasi Organisasi Yahudi di New York, mengakui bahwa dia datang ke Amerika Serikat sebagai utusan atas nama Israel, dan mengumumkan bahwa pemerintah Amerika sangat mengkhawatirkan tindakan kabinet rezim ini.

Institut Studi Keamanan Dalam Negeri rezim Zionis juga memperingatkan bahwa hubungan khusus antara Amerika Serikat dan Israel dalam bahaya. Lembaga ini menegaskan bahwa hubungan khusus dengan Amerika menentukan perbedaan antara Israel sebagai kekuatan regional dan Israel sebagai negara kecil dengan kemampuan terbatas.(SL)