Hizbullah: Zionis Bertekuk Lutut Hadapi Perimbangan Kekuatan Perlawanan
Anggota Dewan Pusat Hizbullah Lebanon mengatakan bahwa rezim Zionis bertekuk lutut melawan perintah dan perimbangan kekuatan perlawanan di Gaza dan Lebanon.
Pada tanggal 7 Oktober, gerakan Hamas memulai operasi Badai Al-Aqsa sebagai tanggapan atas kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis selama lebih dari tujuh dekade di Gaza dan Tepi Barat. Operasi ini adalah salah satu serangan paling mematikan terhadap Israel.
Rezim Zionis menanggapi operasi para pejuang perlawanan dengan membantai warga sipil serta membom daerah pemukiman, dan akhirnya menerima kekalahannya dengan gencatan senjata.
Jaringan Al-Manar melaporkan, Sheikh Nabil Qawouq, Anggota Dewan Pusat Gerakan Hizbullah Lebanon hari Selasa (28/11/2023) menggatakan bahwa rezim Zionis telah tunduk pada perintah dan perimbangan kekuatan perlawanan di Gaza dan Lebanon, dan menekankan bahwa dengan kerja sama perlawanan di Lebanon, Gaza, Yaman dan Irak menjadikan muush tidak memiliki tempat yang aman.
"Berkat pencapaian di lapangan, kita akan menyongsong masa depan kawasan, dan menggagalkan tujuan Israel," ujar Sheikh Qawouq.
“Kami telah melancarkan perang di dalam rezim Zionis dengan cara perlawanan. kami memerangi musuh di Lebanon selatan, dan kami menyerang wilayah pendudukan Lebanon, Gaza, dan Yaman, yang merupakan wilayah yang diduduki Israel dan belum pernah terjadi sebelumnya," tegasnya.(PH)