Guterres: Korban Terbesar Pegawai PBB Terjadi dalam Perang Gaza
Sekretaris Jenderal PBB mengatakan bahwa selama perang Gaza, 111 anggota PBB tewas, yang merupakan korban tertinggi dalam sejarah PBB.
Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam pidato pada Rabu (29/11/2023) malam mengatakan, "Sejak dimulainya operasi militer Israel di Gaza, lebih dari 14 ribu orang terbunuh,".
“Selama beberapa pekan, lebih banyak anak terbunuh di Gaza dibandingkan perang lainnya selama periode kepemimpinan saya selaku Sekretaris Jenderal PBB,” ujar Guterres.
"Penggunaan senjata penghancur di kawasan pemukiman berdampak besar pada warga sipil," tegasnya.
Ia juga menambahkan, "Sangat jelas kami melihat pelanggaran hukum, karena 80 persen penduduk Gaza dipindahkan ke selatan,".
“Sejak awal perang, 111 anggota keluarga PBB telah terbunuh di Gaza, yang merupakan kerugian terbesar PBB sepanjang sejarahnya,” tutur Sekretaris Jenderal PBB memberikan penekanan dalam pidatonya.
Guterres memperingatkan bahwa kondisi kesehatan di tempat penampungan di Gaza sangat buruk.
“Rumah sakit di Gaza tidak memenuhi kebutuhan medis mereka secara optimal, dan struktur makanan di daerah ini kacau, dan kelaparan terus berlanjut di Gaza, terutama di wilayah utara, " ungkap Guterres .
Sebelumnya, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom, mengumumkan melalui pesan di jejaring sosial X bahwa kurangnya infrastruktur aktif atau akses terhadap obat-obatan telah menyebabkan peningkatan penyakit menular di antara sekitar 1,3 juta pengungsi di Gaza.
Serangan rezim Zionis di Jalur Gaza, yang berlangsung selama lebih dari satu setengah bulan, menargetkan rumah sakit dan pusat kesehatan di wilayah ini, yang menyebabkannya berhenti beroperasi.(PH)