PBB: Situasi di Gaza Lampaui Krisis
Komisaris Hak Asasi Manusia PBB menggambarkan dimulainya kembali perang di Gaza sebagai bencana besar dan mengatakan bahwa situasi di Gaza sudah melampaui krisis.
Volker Turk, Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB dalam sebuah pernyataan hari Jumat mengatakan, "Statemen baru-baru ini dari para pemimpin politik dan militer Israel yang menunjukkan bahwa mereka berencana untuk memperluas dan mengintensifkan agresi militer, sangat mengkhawatirkan,".
Menyinggung potensi sejumlah besar warga Palestina berisiko terbunuh atau dipindahkan secara paksa ke wilayah selatan dari utara Gaza Volker, Turk meminta semua pihak dan negara-negara berpengaruh untuk melipatgandakan upaya mereka guna memastikan gencatan senjata.
Fokus utama perjanjian ini adalah pertukaran tahanan dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Setelah 7 hari gencatan senjata, rezim pendudukan Quds kembali melancarkan serangan terhadap Jalur Gaza.
Kantor Perdana Menteri rezim Zionis, Benjamin Netanyahu, mengklaim bahwa gerakan Hamas tidak menjalankan tugasnya berdasarkan rencana pembebasan perempuan tawanan rezim Zionis dan menembakkan roket ke wilayah pendudukan.
Klaim ini dibuat ketika Hamas bukan hanya membebaskan para tawanan Zionis sesuai perjanjian, bahkan para tahanan yang dibebaskan pun memuji para pejuang Hamas atas perlakuan yang mereka terima selama mereka disandera.(PH)