Ini Pemimpin Zionis Pertama yang Akui Palestina Tak Mungkin Menyerah
May 06, 2024 13:45 Asia/Jakarta
-
Ze\'ev Jabotinsky
Ze'ev Jabotinsky, adalah pemimpin Zionis, pertama yang mengakui bahwa rakyat Palestina, tidak akan pernah mau secara sukarela melepaskan haknya dalam menentukan nasib sendiri.
Sebagai salah satu pendiri dana nasional Yahudi, dan legiun Yahudi, yang bekerja untuk pasukan Inggris, di Perang Dunia I, Ze'ev Jabotinsky, adalah orang yang sangat berpengaruh dalam sejarah Rezim Israel.
Ia memainkan peran yang sangat efektif, dan vital dalam meyakinkan pemerintah Inggris, untuk merilis Deklarasi Balfour, yang mengatur pemberian wilayah bagi orang-orang Yahudi, di Palestina.
Jabotinsky, berharap wilayah yang diberikan ke orang-orang Yahudi, itu mencakup dua pinggiran Sungai Jordan, dan mampu merealisasikan idenya melakukan eksodus orang-orang Yahudi, dari Eropa, dan negara lain ke Palestina.
Ze'ev Jabotinsky, juga memiliki pengaruh sangat penting lain dalam penyusunan kebijakan, dan doktrin keamanan Israel, yang dikenal sebagai Tembok Baja.
Secara mendasar, Jabotinsky, meyakini bahwa orang-orang Palestina, tidak akan pernah menyetujui pendirian sebuah negara Yahudi, di wilayah bersejarah Palestina.
Menurutnya, pendirian sebuah negara Yahudi, di tanah Palestina, hanya akan berhasil jika gerakan Zionisme, mampu bersekutu dengan sebuah kekuatan dunia, dan mendapatkan dukungan serta bantuannya.
Jabotinsky juga meyakini bahwa orang-orang Arab Palestina, tidak akan pernah bersedia mengizinkan Yahudi, untuk mendirikan negara di wilayahnya, dan secara perlahan menjadi mayoritas di sana, sekalipun diiming-imingi keuntungan ekonomi.
Menurut Jabotinsky, ide penerimaan Zionisme, oleh orang-orang Arab, dan penempatan orang-orang Yahudi, di tanah Palestina, tanpa menimbulkan masalah, adalah sebah khayalan.
Jabotinsky, dengan tegas menjelaskan janji-janji yang diberikan kepada orang-orang Palestina, untuk memperlakukan mereka dengan hormat, tapi tetap saja cita-cita mereka adalah terbebas dari kejahatan orang-orang Yahudi.
Pasalnya, tidak ada seorang pun manusia merdeka yang bersedia mentransaksikan masalah penting ini, dan memberikan keunggulan kepada orang-orang Yahudi.
Dari sini, Jabotinsky, berkesimpulan bahwa membuka pintu dialog dengan rakyat Palestina, dengan harapan bisa memuaskan mereka terkait realisasi proyek Zionisme, di wilayah Palestina, tidak akan pernah berhasil.
Oleh karena itu, Ze'ev Jabotinsky, mengusulkan Rezim Zionis, harus terjamin keamanannya, dan proyek ini direalisasikan di balik Tembok Baja, sehingga orang-orang Arab Palestina, tidak bisa merusak proyek tersebut atau mencegah kemajuannya. (HS)