Beberapa Pesan Penting Operasi-Operasi Rudal Yaman atas AS dan Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i170504-beberapa_pesan_penting_operasi_operasi_rudal_yaman_atas_as_dan_israel
Parstoday – Para pengamat meyakini rudal-rudal Yaman, yang masuk hingga jauh ke dalam Wilayah pendudukan, membawa pesan-pesan politik dan militer bagi pejabat tinggi Amerika Serikat dan Rezim Zionis.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 01, 2025 17:46 Asia/Jakarta
  • Beberapa Pesan Penting Operasi-Operasi Rudal Yaman atas AS dan Israel

Parstoday – Para pengamat meyakini rudal-rudal Yaman, yang masuk hingga jauh ke dalam Wilayah pendudukan, membawa pesan-pesan politik dan militer bagi pejabat tinggi Amerika Serikat dan Rezim Zionis.

Dalam beberapa hari terakhir sirene-sirene bahaya di Wilayah pendudukan berulangkali berbunyi, dan Rezim Zionis ketakutan atas rudal-rudal balistik Palestine-2 yang menembus Wilayah pendudukan. Rudal-rudal itu ditembakkan pasukan Yaman, untuk menjawab suara ketertindasan rakyat Palestina.
 
Rudal-rudal balistik dan drone-drone yang ditembakkan oleh pasukan Yaman, menempuh jarak 2.040 kilometer, dan mencapai jantung Wilayah pendudukan. Rudal-rudal ini membawa pesan poltiik dan militer yang berpengaruh besar di arena perang kawasan, dan Jalur Gaza.
 
Pesan Pertama: Rudal-rudal Yaman, telah meruntuhkan kesombongan Netanyahu. Perdana Menteri Rezim Zionis Benjamin Netanyahu, berusaha menampilkan diri seolah-olah menang perang atas poros perlawanan.
 
Di sisi lain Tel Aviv mengklaim bahwa Hamas, terkucil sendiri dan sudah tidak punya kawan, dan dengan mudah bisa diseret ke meja perundingan, sehingga Israel dapat merebut prestasi-prestasi yang gagal dicapainya, di meja perundingan.
 
Pesan Kedua: Yaman, melalui Angkatan Bersenjatanya membuktikan bahwa mereka mampu melancarkan serangan-serangan terpusat dengan rudal-rudal hipersonik. Padahal Netanyahu, mengklaim sirene-sirene bahaya tidak akan terdengar lagi di Wilayah pendudukan.
 
Pesan Ketiga: Rudal-rudal Yaman, telah menunjukkan kekalahan baru bagi sistem-sistem pertahanan udara Israel, dan sistem pertahanan terbaru Israel adalah buatan Amerika Serikat, THAAD yang khusus melacak rudal-rudal balistik.
 
Pesan Keempat: Bersikeras mendukung perlawanan Palestina, dan rakyatnya di Jalur Gaza, hingga akhir agresi dan pencabutan blokade. Sikap ini menunjukkan bahwa Yaman, adalah sebuah negara resistan yang tidak bisa diintimidasi oleh serangan-serangan dan ancaman, dan hingga akhir akan terus mendukung Gaza.
 
Pesan Kelima: Pesan ini secara terang-terangan disampaikan kepada AS, bahwa konstelasi yang ada di arena ini adalah bahasa kekuatan, dan jika menyerang Yaman, maka tidak akan ada garis merah yang tersisa, dan kepentingan-kepentingan AS, akan menjadi bank target yang sah bagi Angkatan Bersenjata Yaman.
 
Pesan Keenam: Penembakan jenis rudal-rudal ini sepanjang minggu, dan sikap Yaman, setelah itu menunjukkan masalah ini bahwa melawan Israel, tidak mengenal batas dan perbatasan. Ini tidak lain adalah pesan yang ditegaskan oleh Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman.
 
Brigjen Yahya Saree mengatakan, “Kedalaman Wilayah pendudukan, dan fasilitas-fasilitas sensitif rezim ini di berbagai level akan kami serang, dan kami tidak mengenal garis merah apa pun dalam membalas agresi, dan tidak ada aturan main apa pun dalam pertempuran melawan musuh.”
 
Stasiun televisi Al Mayadeen melaporkan, respons-respons tekait penembakan rudal-rudal Yaman, di dalam Wilayah pendudukan, menunjukkan kondisi kalah dan kebingungan akibat keberhasilan rudal-rudal balistik Yaman, menghantam target, serta menegaskan ketidakmampuan musuh dalam menghadapi mereka.
 
Di sisi lain, situasi saat ini di kawasan mengandung sejumlah hakikat yang tidak bisa disembunyikan lagi termasuk pengakuan mantan Jubir Militer Rezim Zionis, yang mengatakan rudal-rudal ini mengenai target atau tidak, apa pun itu, telah membuat Israel lumpuh, dan memaksa jutaan orang bersembunyi di bungker.
 
Ron Ben-Yishai, pengamat politik surat kabar Zionis, Yedioth Ahronoth, mengatakan, “Sangat sulit untuk melawan Yaman, terutama karena jauhnya jarak dari sisi geografis. Di sisi lain keterbatasan informasi, dan militer serta operasi-operasi tak efektif untuk menghancurkan produksi rudal dan drone, menjadi alasan tambahan. Masalah utama lainnya adalah orang-orang Yaman, melawan serangan, dan tidak ada apa pun yang menghambat mereka untuk berperang.”
 
Menurut laporan Yedioth Ahronoth, Yaman telah membuktikan bahwa ancaman-ancaman tidak berpengaruh padanya, dan mereka terus melanjutkan perang mendukung Gaza. Ini bukan pilihan tapi kewajiban, dan kita menyaksikan runtuhnya kedigdayaan AS dan Rezim Zionis oleh Yaman terus berlanjut. (HS)