Bagaimana Hizbullah Bisa Buktikan Kekuatannya Menangkal Israel?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i170824-bagaimana_hizbullah_bisa_buktikan_kekuatannya_menangkal_israel
Meskipun rezim Zionis membuat beberapa prestasi dalam konfrontasi awalnya dengan Hizbullah menggunakan teknologi militer, tapi keunggulan ini segera memudar dan menjadi senjata yang tidak efektif di lapangan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 15, 2025 11:48 Asia/Jakarta
  • Bagaimana Hizbullah Bisa Buktikan Kekuatannya Menangkal Israel?

Meskipun rezim Zionis membuat beberapa prestasi dalam konfrontasi awalnya dengan Hizbullah menggunakan teknologi militer, tapi keunggulan ini segera memudar dan menjadi senjata yang tidak efektif di lapangan.

Dalam menilai proses dan hasil agresi Israel terhadap Lebanon, teknologi memainkan peran penting dalam mencapai hasil penting di lapangan. Khususnya, kecerdasan buatan sebagai alat baru yang menunjukkan efektivitasnya dalam membunuh para pemimpin dan menghancurkan sebagian kemampuan militer Hizbullah.

Namun, menurut Pars Today dan dikutip dari Kantor Berita Fars, keunggulan yang belum pernah terjadi sebelumnya di bidang teknologi ini tidak memungkinkan Israel untuk membalikkan pertempuran sesuai keinginannya, meskipun semua keuntungan besar telah diperolehnya. Sebab Israel gagal mencapai tujuan utama perang, dan tidak mampu mencegah Hizbullah untuk segera mengendalikan keunggulan tersebut.

Pernyataan tertanggal 8 Januari 2025 oleh Eyal Zisser, salah satu sejarawan dan pakar Israel paling terkemuka dalam isu Asia Barat, mendukung pernyataan ini. Dia mengatakan, "Pada saat Anda semua merasa segalanya baik-baik saja dan perdamaian telah terwujud, Hizbullah justru tengah membangun kembali kemampuan militernya."

Tantangan pertama yang dapat segera diatasi oleh perlawanan adalah mengubah prosedur perlindungan kader politik dan militer baru partai dari titik tertinggi piramida hingga ke titik terendah.

Hal ini memungkinkan Hizbullah untuk mempertahankan kehadirannya yang berpengaruh, meskipun kehilangan banyak komandan senior, yang dipimpin oleh mendiang Sekretaris Jenderalnya, Sayid Hassan Nasrullah, dan untuk melanjutkan dan bahkan mengintensifkan serangan rudal dan roketnya.

Pengelolaan senjata yang tersisa dan penggunaan efektifnya di lapangan, bersama dengan penciptaan jaringan komunikasi baru antara komando dan kader lapangan, tidak hanya menantang, tetapi juga menetralkan keunggulan teknologi rezim Zionis, yang memaksa Israel, terlepas dari semua  prestasi, hingga orang yang mengklaim telah merealisasikannya, untuk menyerukan gencatan senjata.

Namun, hasil dari semua upaya Israel untuk menembus Lebanon selatan melalui darat sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah pasukan yang dikerahkan antara 50.000 dan 70.000 tentara Israel dan intensitas tembakan dan penghancuran yang digunakan, tapi para pejuang perlawanan mampu mencegah tentara Israel agar tidak maju.

Mereka akan mempertahankan wilayah dan memaksakan pengendalian tembakan pada pasukan lapis baja, termasuk tank Merkava milik Israel, dan akan segera memaksa Israel untuk menarik persenjataan tanknya dari medan perang karena takut kehilangan lebih banyak persenjataan lapis baja.

Jumlah tank yang dihancurkan oleh perlawanan, yaitu 59 tank selama konfrontasi 57 hari, yang menegaskan bahwa Israel, terlepas dari semua upaya, kemampuan, dan pengetahuan teknisnya, tidak mampu mencapai hasil yang diinginkan dan menghentikan pergerakan pejuang perlawanan di desa garis depan konfrontasi.(PH)