Isi Kesepakatan Gencatan Senjata Hamas dan Rezim Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i170854-isi_kesepakatan_gencatan_senjata_hamas_dan_rezim_israel
Parstoday – Kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan antara Hamas dan Rezim Israel, Rabu malam mencakup tiga tahap dengan maksud mengakhiri perang di Gaza.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 16, 2025 13:54 Asia/Jakarta
  • Isi Kesepakatan Gencatan Senjata Hamas dan Rezim Israel

Parstoday – Kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan antara Hamas dan Rezim Israel, Rabu malam mencakup tiga tahap dengan maksud mengakhiri perang di Gaza.

Rezim Zionis setelah satu tahun tiga bulan melancarkan perang brutal, dan gagal mencapai tujuan-tujuannya yaitu membebaskan tentara-tentaranya lewat serangan darat, menumpas perlawanan Hamas, dan melenyapkan kemampuan militer Jalur Gaza dalam menggunakan roket, akhirnya pada Rabu (15/1/2025) malam terpaksa menandatangani kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas.
 
Kesepakatan ini mencakup tiga tahap, dan akan mulai diberlakukan hari Minggu (19/1). Di bawah ini adalah isi kesepakatan pertukaran tawanan dan gencatan senjata permanen yang merupakan prinsip umum kesepakatan Israel dan Palestina di Gaza,
 
Seluruh tawanan Israel, baik yang masih hidup atau sudah mati, akan dibebaskan oleh Perlawanan Palestina, sebaliknya Israel, sepakat membebaskan sebagian tawanan Palestina, yang disepakati. Pertukaran tawanan akan dilakukan di hari gencatan senjata, hari yang dalam kesepakatan ditetapkan sebagai Hari Pertama.
 
Rezim Israel, dan Hamas dalam kesepakatan tersebut menyatakan kesiapan untuk memberlakukan gencatan senjata dengan empat tujuan, gencatan senjata permanen, penarikan pasukan Israel, dari Jalur Gaza, rekonstruksi Gaza, dan pembukaan kembali penyeberangan-penyeberangan serta memberikan kemudahan transportasi orang dan barang.
 
Isi kesepakatan sesuai dengan tiga tahap gencatan senjata adalah sebagai berikut,
 
 
Tahap Pertama (42 Hari)
 
Penghentian sementara operasi militer dua pihak, dan penarikan mundur pasukan Israel, ke arah timur dari wilayah-wilayah padat penduduk di sepanjang perbatasan seluruh wilayah Jalur Gaza, termasuk Wadi Gaza (Koridor Netzarim).
 
Penghentian sementara lalu lintas udara (militer dan pengawasan) di Jalur Gaza selama 10 jam setiap hari, dan 12 jam di hari-hari dilakukannya pertukaran tawanan.
 
Kembalinya para pengungsi ke tempat tinggal mereka, dan keluar dari Wadi Gaza.
 
Di hari ketujuh (setelah pembebasan tujuh tawanan Israel), pasukan Rezim Zionis secara penuh ditarik mundur dari jalan raya pesisir pantai Al Rashid, ke arah timur hingga jalan raya Salahuddin.
 
Israel berkomitmen untuk memusnahkan total seluruh pangkalan dan fasilitas-fasilitas militernya di wilayah ini, dan dengan demikian kembalinya para pengungsi ke tempat tinggal mereka (tanpa membawa senjata) akan dimulai.
 
Kebebasan lalu lalang orang di seluruh wilayah Jalur Gaza, tanpa pembatasan, dan masuknya bantuan kemanusiaan akan dilakukan sejak hari pertama tanpa pembatasan.
 
Di hari ke-22, pasukan Israel, akan ditarik mundur dari pusat Gaza (terutama dari Koridor Netzarim di timur Jalan Raya Salahuddin, sampai ke wilayah di sepanjang perbatasan), dan pangkalan serta fasilitas-fasilitas militer dimusnahkan secara total.
 
Sejak hari pertama, bantuan-bantuan kemanusiaan akan mendapat izin (600 truk setiap hari termasuk 50 truk bahan bakar, 300 unit di antaranya untuk wilayah utara Jalur Gaza). Ini meliputi bahan bakar yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pembangkit listrik, peralatan dagang, dan konstruksi yang dibutuhkan untuk mengangkat reruntuhan, rekonstruksi, dan mengoperasikan kembali rumah sakit.
 
Pertukaran tawanan:
 
Hamas akan membebaskan 33 tawanan Israel (perempuan non-militer dan tentara), anak-anak (di bawah 19 tahun dan bukan tentara), dewasa (lebih dari 50 tahun), sipil yang sakit dan terluka.
 
Sebaliknya Israel, akan membebaskan sejumlah tawanan Palestina. Dengan memperhatikan daftar nama-nama yang disampaikan Hamas, berdasarkan prioritas penangkapan mereka, Israel, akan membebaskan 30 perempuan dan anak-anak Palestina, untuk setiap perempuan atau anak-anak yang dibebaskan Hamas.
 
Begitu juga berdasarkan daftar nama-nama yang disampaikan Hamas sesuai prioritas penangkapan mereka, untuk setiap Zionis lanjut usia dan sakit yang dibebaskan Hamas, Israel, harus membebaskan 30 tahanan Palestina yang lanjut usia dan sakit (masa penahanan mereka tersisa 15 tahun).
 
Untuk setiap tentara perempuan Israel yang dibebaskan Hamas, Rezim Zionis harus membebaskan 50 tahanan Palestina (30 tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup, dan 20 tahanan lainnya yang menjalani hukuman hingga 15 tahun).
 
Proses ini meliputi daftar-daftar nama yang diserahkan Hamas, kecuali daftar nama yang disepakati. Jumlah tahanan Palestina (sedikitnya 100 orang) akan dibahas pada tahap kedua. Jumlah mereka yang sudah dibebaskan, dan diasingkan keluar negeri atau Gaza.
 
Mekanisme pertukaran tawanan pada tahap pertama:
 
Pada hari pertama, Hamas, akan membebaskan tiga sipil Israel, dan di hari ketujuh, membebaskan empat sipil lainnya. Setelah itu, Hamas, setiap tujuh hari akan membebaskan tiga tawanan Israel, yang dimulai dari tawanan perempuan.
 
Diputuskan bahwa seluruh tawanan Israel yang masih hidup akan dibebaskan sebelum tawanan yang sudah mati, dan Hamas, di minggu keenam, akan membebaskan seluruh tawanan Israel yang tersisa di tahap ini untuk setiap pembebasan sejumlah tahanan Palestina yang dibebaskan dari penjara-penjara Israel sesuai dengan yang disepakati. Pembebasan ini dilakukan secara bersamaan, dan berdasarkan daftar-daftar nama yang disampaikan Hamas.
 
Hingga hari ketujuh, Hamas, akan memberikan informasi terkait jumlah tawanan Israel, yang akan dibebaskan pada tahap ini.
 
Israel pada minggu keenam (setelah pembebasan Hisham Al Sayed dan Avera Mengistu, yang bergabung dengan 33 tawanan Israel) akan membebaskan 47 tahanan yang kembali ditangkap setelah bebas, atas perjanjian Shalit (nama tentara tawanan Israel).
 
Jika jumlah tawanan Israel yang masih hidup dan rencananya akan dibebaskan pada tahap ini tidak mencapai 33 orang, maka dengan mengembalikan jasad-jasad dari kategori tersebut, jumlahnya akan genap, dan sebaliknya Israel, pada minggu keenam, akan membebaskan seluruh perempuan dan anak-anak (di bawah 19 tahun dan bukan petempur) yang ditangkap setelah 7 Oktober 2023 di Jalur Gaza.
 
Israel berkomitmen untuk tidak menangkap kembali orang-orang Palestina yang sudah bebas dengan tuduhan-tuduhan ini, dan tidak akan mengembalikan mereka untuk menjalani sisa masa tahanan. Selain itu, disepakati pula bahwa orang-orang Palestina yang sudah dibebaskan tidak diharuskan menandatangani dokumen apa pun sebagai syarat pembebasan.
 
Kedua pihak sepakat bahwa pembukaan pertukaran tawanan di atas tidak akan menjadi dasar untuk pembukaan pertukaran di tahap kedua.
 
Maksimal hingga hari ke-16, perundingan tidak langsung kedua pihak untuk mencapai kesepakatan atas syarat pelaksanaan tahap kedua terutama masalah-masalah terkait pembukaan pertukaran tawanan, akan dimulai. Perundingan hingga akhir minggu kelima tahap ini akan disempurnakan dan disepakati.
 
PBB, agen-agennya, dan organisasi-organisasi lain akan melanjutkan pelayanan kemanusiaan di seluruh wilayah Jalur Gaza. Rekonstruksi infrastruktur (listrik, air, limbah rumah tangga, komunikasi, dan jalan raya) di seluruh Gaza, dan mendatangkan sejumlah peralatan yang diperlukan untuk pertahanan sipil sesuai kesepakatan (dinas-dinas penyaluran bantuan) akan dimulai.
 
Membuka kesempatan masuknya logistik dan peralatan untuk tinggal para pengungsi yang kehilangan rumah mereka karena perang. Minimal 60.000 karavan, dan 200.000 tenda.
 
Setelah seluruh tentara perempuan Israel dibebaskan, jumlah korban luka Hamas akan ditentukan sehingga bisa diberangkatkan ke penyeberangan Rafah untuk diobati. Selain itu, jumlah orang yang bepergian, pasien, dan korban luka lewat penyeberangan Rafah meningkat, dan pembatasan-pembatasan perjalanan akan dicabut, dan transportasi barang serta perdagangan akan dimulai.
 
Pengawasan dan perencanaan yang diperlukan untuk rekonstruksi total rumah, fasilitas sipil, dan infrastruktur sipil yang rusak sepanjang perang, dan dukungan atas korban yang diawasi sejumlah negara dan organisasi seperti Mesir, Qatar, dan PBB, akan dimulai.
 
Seluruh langkah pada tahap ini yaitu gencatan senjata militer akan berlanjut bahkan pada tahap kedua, selama perundingan terkait prasyarat pelaksanaannya berlangsung.
 
Dalam kesepakatan ini dijelaskan bahwa Qatar, Amerika Serikat, dan Mesir, akan mengerahkan seluruh upayanya untuk memastikan berlanjutnya perundingan tidak langsung selama kedua pihak mampu mencapai kesepakatan terkait syarat-syarat pelaksanaan tahap kedua.
 
 
Tahap Kedua (42 Hari)
 
Gencatan senjata permanen (penghentian operasi militer dan langkah-langkah agresi secara teratur) diumumkan, dan dimulai sebelum pertukaran tawanan. Dalam kesepakatan ini disebutkan, “Kami di sini berbicara terkait seluruh tawanan Israel hidup yang tersisa, untuk pembebasan sejumlah tahanan Palestina di Israel. Pada tahap ini penarikan seluruh pasukan Israel, dari Jalur Gaza, akan dilakukan.”
 
 
Tahap Ketiga (42 Hari)
 
Pertukaran seluruh jasad kedua pihak akan dilakukan setelah penetapan lokasi dan identifikasi. Pelaksanaan proyek rekonstruksi 3-5 tahun Gaza, yang meliputi perumahan, fasilitas kota, infrastruktur sipil, dan dukungan atas korban akan dimulai di bawah pengawasan negara-negara dan organisasi-organisasi termasuk Mesir, Qatar, dan PBB. Pembukaan kembali penyeberangan perbatasan, dan mempermudah transportasi orang dan barang. (HS)