Siapa Calon Kuat Perdana Menteri Irak di Tengah Kekacauan Politik?
Proses pengangkatan Perdana Menteri Irak masih penuh dengan ambiguitas, dan meskipun "Mohammad Shia al-Sudani" telah menarik diri dari pencalonan dan digantikan oleh "Nuri al-Maliki", pengumuman resmi Perdana Menteri baru membutuhkan kesepakatan dan konsensus politik yang luas di antara berbagai kelompok.
Menurut Pars Today, pencalonan Perdana Menteri Irak masih dalam proses peninjauan di dalam Kerangka Koordinasi, dan nominasi Nouri al-Maliki, kepala koalisi "Negara Hukum", belum final.
Konsultasi antara kekuatan politik terus berlanjut untuk mencapai konsensus dan memilih kandidat yang diterima di dalam negeri dan internasional guna memastikan stabilitas politik.
Muhammad Shia al-Sudani, pemimpin faksi Rekonstruksi dan Pembangunan, telah menarik pencalonannya karena alasan keamanan dan untuk mempermudah proses pemilihan perdana menteri. Adnan al-Danbous, anggota faksi ini, menekankan bahwa Kerangka Koordinasi belum membuat keputusan akhir tentang pencalonan al-Maliki dan bahwa pertemuan konsultatif masih berlanjut.
Para analis Irak juga menekankan bahwa belum ada formula resmi dan definitif untuk nominasi perdana menteri yang diumumkan, dan rincian kuota untuk kementerian juga akan ditentukan selama negosiasi antara faksi-faksi tersebut. Namun, beberapa perwakilan percaya bahwa konsensus awal telah terbentuk mengenai pencalonan Nouri al-Maliki dan namanya akan segera diperkenalkan sebagai perdana menteri.
Mengingat situasi regional dan internasional, pembentukan pemerintahan yang cepat dan pencapaian kesepakatan politik di antara kelompok-kelompok utama Irak merupakan salah satu prioritas kerangka koordinasi untuk mencegah eskalasi ketidakstabilan di negara tersebut, dan penunjukan perdana menteri final masih membutuhkan waktu dan kompromi politik yang luas.(PH)