Aksi Mogok Massal Lumpuhkan Transportasi Umum Jerman
-
Akso mogok massal di Jerman
Pars Today – Aksi mogok umum pekerja sektor transportasi publik Jerman mengganggu aktivitas bus dan trem di 150 kota di negara ini.
Reuters melaporkan: Penumpang di seluruh Jerman pada hari Senin (2/1/2026), bersamaan dengan pemogokan puluhan ribu pekerja sektor transportasi publik, menghadapi platform kosong di tengah suhu dingin yang mencapai nol derajat.
Menurut laporan Pars Today, dalam pemogokan yang dipicu oleh seruan serikat pekerja "Verdi", pekerja sektor ini berhenti bekerja, dan layanan bus serta trem di sebagian besar kota terhenti.
Serikat pekerja "Verdi" yang mewakili hampir 100.000 pekerja transportasi, setelah terjadinya kebuntuan dalam negosiasi dengan pemberi kerja kota dan negara bagian mengenai kondisi kerja minggu lalu, mengajak para pekerja untuk melakukan pemogokan.
Serikat ini menuntut jam kerja yang lebih pendek, waktu istirahat yang lebih lama, dan pembayaran lebih tinggi untuk shift malam dan kerja di akhir pekan, di tengah pembatasan anggaran yang dihadapi oleh berbagai kota di Jerman.
Pemogokan ini mempengaruhi sekitar 150 perusahaan transportasi kota di 16 negara bagian federal Jerman, kecuali satu negara bagian, termasuk Berlin, Hamburg, dan Bremen.
Menurut salah satu negosiator utama dari serikat pekerja "Verdi", pemogokan ini dimulai sebagai salah satu tindakan yang terkoordinasi terbesar di sektor transportasi lokal dalam beberapa tahun terakhir, dan sesuai dengan rencana sebelumnya, namun diharapkan perusahaan transportasi publik akan kembali ke meja perundingan.
Penurunan suhu di bawah nol derajat di sebagian besar wilayah Jerman memperburuk kondisi lalu lintas di negara ini. Negosiasi antara serikat pekerja Verdi dan asosiasi pekerja sektor transportasi Jerman telah berlangsung tegang, dan para pemimpin serikat pekerja menuduh pemerintah kota mengurangi manfaat dan memaksakan shift kerja yang panjang.
Diharapkan perundingan berikutnya akan dimulai pada 9 Februari. Pemimpin serikat pekerja telah memperingatkan bahwa jika pekerja tidak diberikan keuntungan yang signifikan, mereka akan melakukan lebih banyak tindakan industri. (MF)