Konvergensi Iran-Azerbaijan; Loncatan Strategis Menata Ulang Tata Kaukasus-Asia Tengah
-
Menteri Perhubungan Iran, Farzaneh Sadeq, dan Wakil Perdana Menteri Azerbaijan, Shahin Mustafayev
Pars Today – Republik Islam Iran dan Republik Azerbaijan menandatangani dokumen kesepahaman kerja sama bilateral di 10 bidang utama. Lebih dari sekadar perjanjian teknis, ini adalah sinyal pergeseran lanskap ekonomi di kawasan strategis Kaukasus Selatan dan Asia Tengah.
Menteri Perhubungan Iran, Farzaneh Sadeq, dan Wakil Perdana Menteri Azerbaijan, Shahin Mustafayev, menandatangani kesepakatan yang dihasilkan dari sidang ke-17 Komisi Bersama Kerja Sama Ekonomi kedua negara.
Jalur Sutra Modern: Menghubungkan Utara-Selatan, Timur-Barat
Posisi geografis Iran dan Azerbaijan adalah aset utama. Keduanya berada di persimpangan koridor transportasi paling vital dunia. Kesepakatan ini memberi Iran kesempatan untuk benar-benar menjadi hub transit dan energi di Koridor Utara-Selatan.
Proyek infrastruktur menjadi tulang punggung kerja sama ini. Pembangunan Jembatan Kalaleh-Aghband, Jembatan Astara, pelebaran jalan Kalaleh-Julfa, koneksi kereta api Kalaleh ke Siah Rud, dan pengaktifan terminal kereta api Astara di perbatasan kedua negara akan memperpendek jarak dan waktu tempuh.
Dampaknya, jalur perdagangan dari Teluk Persia hingga Laut Hitam, dari Kaukasus hingga Asia Tengah, akan semakin terintegrasi. Iran perlahan tapi pasti bergeser dari sekadar jalur alternatif menjadi simpul utama ekonomi kawasan.
Energi dan Air: Membangun Kemandirian Bersama
Di sektor energi, kedua pihak sepakat bekerja sama di blok minyak 1 dan 2 serta membentuk kelompok kerja khusus untuk menindaklanjuti nota kesepahaman. Yang lebih strategis, koneksi jaringan listrik antara Iran, Azerbaijan, dan Rusia disepakati. Azerbaijan juga akan mengekspor listrik ke Iran.
Di bidang air, diskusi intensif menghasilkan kesepakatan terkait bendungan dan pembangkit listrik Khoda Afarin serta Qiz Qalasi. Proyek pembangkit listrik Marazad-Ordubad juga masuk dalam agenda.
Kerja sama energi ini bukan sekadar transaksi jual-beli, tetapi fondasi bagi terbentuknya poros energi baru di Kaukasus Selatan. Dengan mengelola sumber daya bersama, kedua negara membangun ketahanan energi yang tidak bergantung pada aktor luar.
Jembatan Budaya dan Sosial
Kesamaan bahasa, agama, dan sejarah adalah perekat alami hubungan Iran-Azerbaijan. Kerja sama di bidang olahraga, pemuda, budaya, sosial, dan pariwisata yang tercantum dalam kesepakatan ini adalah investasi jangka panjang.
Hubungan kultural yang kuat akan menjadi fondasi lunak namun kokoh bagi diplomasi ekonomi. Ini menjamin bahwa kerja sama tidak akan mudah goyah oleh perubahan politik sesaat.
Lebih dari Sekadar Dokumen
Kesepakatan ini adalah pernyataan sikap. Iran menunjukkan bahwa diplomasi ekonominya kini berorientasi pada hasil nyata: proyek infrastruktur, kemandirian energi, dan konektivitas regional.
Di tengah rivalitas kekuatan besar di Kaukasus dan Asia Tengah, Iran dan Azerbaijan memilih jalan kerja sama pragmatis. Mereka membangun tatanan baru dari bawah, dengan fondasi proyek nyata yang mengubah hidup masyarakat di kedua sisi perbatasan. Ini adalah langkah strategis yang akan terasa dampaknya dalam dekade mendatang.(sl)