Gencatan Senjata Formalitas di Gaza, Kedok Zionis untuk Melanjutkan Kejahatan
-
Korban berjatuhan di pihak warga Palestina di Gaza (dok)
Pars Today - Direktur Kantor Hak Asasi Manusia PBB di Wilayah Palestina memperingatkan tentang pembunuhan warga sipil Palestina yang terus berlanjut di Gaza.
Ajith Sunghay, Direktur Kantor Hak Asasi Manusia PBB di Wilayah Palestina, memperingatkan tentang pembunuhan warga sipil Palestina yang terus berlanjut.
Menurutnya, "Komunitas internasional harus meningkatkan dukungan dan tekanan untuk menghentikan pertumpahan darah dan memperbaiki situasi hak asasi manusia serta membangun kembali Gaza."
Amjad Al-Shawa, Direktur Jaringan Organisasi Rakyat di Gaza mengatakan, "Situasi kemanusiaan di daerah ini semakin kompleks dan sulit, dan setidaknya 18.500 orang perlu segera dipindahkan untuk perawatan di luar Gaza."
Salah Abdel-Ati, Kepala Komisi Internasional untuk Perlindungan Hak-Hak Palestina (Hashd), juga menyinggung kematian tiga jurnalis di tangan penjajah Zionis dan mengatakan, "Kematian tiga jurnalis itu menunjukkan bahwa perjanjian gencatan senjata tidak memberikan perlindungan apa pun bagi warga sipil, tetapi telah menjadi kedok untuk melanjutkan pembunuhan dan penargetan langsung."
Abdel-Ati menambahkan, "Penargetan berkelanjutan terhadap warga sipil dan jurnalis di Gaza, bersamaan dengan pengusiran paksa dan penghancuran infrastruktur, merupakan konfirmasi yang jelas tentang genosida yang dilakukan dengan berbagai cara dan di bawah kedok kebungkaman internasional."
Banyak lembaga hak asasi manusia, pakar PBB, dan LSM telah berulang kali memperingatkan dalam beberapa bulan terakhir bahwa perjanjian gencatan senjata di Gaza telah gagal secara efektif mencegah kelanjutan serangan dan pelanggaran hak-hak warga sipil.
Beberapa minggu setelah gencatan senjata diumumkan di Gaza, bukti lapangan dan laporan dari organisasi hak asasi manusia menunjukkan bahwa gencatan senjata bukan hanya tidak menyebabkan pengurangan kekerasan, tetapi dalam banyak kasus telah menjadi alat untuk melanjutkan serangan Zionis dan meningkatkan tekanan pada warga sipil.
Kesaksian ketiga pejabat ini hanyalah salah satu contoh pelanggaran gencatan senjata baru-baru ini yang sekali lagi menyoroti ketidakefektifan mekanisme internasional dalam melindungi warga sipil di Gaza.
Dukungan politik dan militer Amerika Serikat dan pemerintah Barat terhadap rezim Zionis, penggunaan hak veto di Dewan Keamanan PBB, pencegahan pengesahan resolusi yang mengikat, dan tekanan yang tidak memadai untuk menghentikan serangan rezim Zionis telah memungkinkan proses kekerasan terhadap warga Palestina di Gaza berlanjut tanpa hambatan. Dukungan ini secara efektif telah menghancurkan ruang yang diperlukan untuk implementasi gencatan senjata yang nyata.
Realitas di lapangan di Gaza menunjukkan bahwa gencatan senjata telah diimplementasikan secara selektif dan terbatas. Serangan udara dan darat terus berlanjut di beberapa daerah, jurnalis menjadi sasaran, dan infrastruktur vital terus dihancurkan.
Salah satu aspek serius dari krisis ini adalah kebungkaman dan ketidakmampuan lembaga internasional untuk membela hak-hak sah warga Palestina. Meskipun pemerintah Barat mengeluarkan pernyataan politik untuk mendukung gencatan senjata, tidak ada tindakan serius dan praktis.
Kekosongan kekuasaan ini, dan kelambatan tindakan yang signifikan dari Amerika Serikat dan pemerintah Barat, menurut banyak aktivis hak asasi manusia, telah membuka jalan bagi rezim Zionis untuk melanjutkan kekerasan di Gaza.
Perkembangan terkini di Gaza menunjukkan bahwa gencatan senjata pada praktiknya telah menjadi kedok untuk melanjutkan serangan dan pelanggaran hak-hak sipil yang meluas. Kematian para jurnalis, pembunuhan terus-menerus terhadap orang-orang yang tidak berdaya, penghancuran infrastruktur vital, dan peningkatan kebutuhan kemanusiaan semuanya menunjukkan bahwa rezim Zionis terus melakukan tindakannya tanpa adanya pencegahan yang efektif.
Kecuali ada kemauan global yang serius untuk memberikan tekanan yang efektif, menghentikan sepenuhnya serangan rezim Israel, dan memastikan implementasi gencatan senjata yang efektif, kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di Gaza akan terus berlanjut. Situasi ini tidak hanya mengungkapkan ketidakefektifan mekanisme internasional, tetapi juga menyoroti perlunya mempertimbangkan kembali pendekatan global terhadap krisis Palestina.(sl)