"Lebih Buruk dari 1983": Ketua Parlemen Lebanon Kecam Kesepakatan AS-Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i192262-lebih_buruk_dari_1983_ketua_parlemen_lebanon_kecam_kesepakatan_as_israel
Pars Today - Ketua Parlemen Lebanon mengkritik keras kesepakatan yang ditandatangani di Washington, menggambarkannya sebagai kesepakatan yang dipaksakan, dan menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak akan berjalan dan tidak akan dilaksanakan.
(last modified 2026-06-29T07:33:04+00:00 )
Jun 29, 2026 14:30 Asia/Jakarta
  • Nabih Berri, Ketua Parlemen Lebanon
    Nabih Berri, Ketua Parlemen Lebanon

Pars Today - Ketua Parlemen Lebanon mengkritik keras kesepakatan yang ditandatangani di Washington, menggambarkannya sebagai kesepakatan yang dipaksakan, dan menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak akan berjalan dan tidak akan dilaksanakan.

Melansir IRIB, 29 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa Nabih Berri, Ketua Parlemen Lebanon, dalam wawancaranya dengan surat kabar Al-Akhbar, menggambarkan kesepakatan Beirut-Tel Aviv dengan mediasi Washington sebagai "dikte dan pemaksaan", dan mengatakan bahwa kesepakatan ini jauh lebih buruk daripada kesepakatan 17 Mei 1983.

Nabih Berri juga menyerukan untuk menghindari segala bentuk reaksi atau gerakan jalanan yang dapat disalahgunakan untuk menyeret negara ke dalam siklus kekacauan dan konflik internal.

Berri melanjutkan dengan menekankan bahwa bagian paling berbahaya dari kesepakatan ini tidak hanya terbatas pada konten politiknya, tetapi juga pada konsekuensi potensialnya dalam memicu perpecahan internal dan menyeret orang-orang Lebanon ke dalam konfrontasi satu sama lain, sebuah hal yang, menurutnya, lebih menguntungkan rezim Zionis daripada pihak lain mana pun.

Ia menegaskan, "Kesepakatan ini tidak akan berjalan dan tidak akan dilaksanakan. Tidak mungkin diterapkan dengan cara ini, sendirian."

Perbandingan Nabil Berri dengan kesepakatan 17 Mei 1983 sangatlah penting. Pada tahun 1983, di tengah perang saudara Lebanon, sebuah kesepakatan ditengahi oleh AS antara Lebanon dan Israel, yang pada dasarnya melegitimasi kehadiran Israel di Lebanon selatan dan membuka jalan bagi normalisasi hubungan. Kesepakatan ini akhirnya dibatalkan pada tahun 1984 karena tekanan internal dan perlawanan dari berbagai faksi di Lebanon.

Dengan mengatakan bahwa kesepakatan saat ini "jauh lebih buruk", Berri menyiratkan bahwa ini adalah pengulangan kesalahan sejarah dalam skala yang lebih besar. Ini adalah cara untuk membangkitkan kenangan kolektif dan untuk memperingatkan bahwa kesepakatan ini akan menghadapi perlawanan yang sama atau bahkan lebih keras.(Sail)