Duka Palestina: Pemimpin yang Tak Pernah Padam
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i192956-duka_palestina_pemimpin_yang_tak_pernah_padam
Pars Today - Komite-Komite Perlawanan Palestina dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa Imam Khamenei, Pemimpin Syahid Revolusi Islam, akan selamanya tetap menjadi simbol kehormatan, martabat, dan perlawanan bagi umat Islam.
(last modified 2026-07-11T04:42:43+00:00 )
Jul 11, 2026 11:41 Asia/Jakarta
  • Syahid Sayid Ali Khamenei
    Syahid Sayid Ali Khamenei

Pars Today - Komite-Komite Perlawanan Palestina dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa Imam Khamenei, Pemimpin Syahid Revolusi Islam, akan selamanya tetap menjadi simbol kehormatan, martabat, dan perlawanan bagi umat Islam.

Sebagaimana dilaporkan Pars Today mengutip IRNA, 10 Juli 2026, Komite-Komite Perlawanan Palestina dalam pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemimpin syahid, Ayatullah Seyyed Ali Khamenei, akan senantiasa menjadi simbol kehormatan, martabat, revolusi, dan perlawanan. Warisannya akan abadi dalam sanubari orang-orang beriman dan para pejuang kemerdekaan.

Pernyataan itu menambahkan bahwa generasi mendatang akan terinspirasi oleh beliau tentang makna keteguhan, pengorbanan, perwujudan kemuliaan iman, serta kekuatan umat dalam menghadapi ketergantungan, hegemoni, dan keserakahan Zionis serta Amerika.

Pernyataan tersebut selanjutnya mengungkapkan bahwa Pemimpin Syahid Revolusi Islam menjadikan isu Palestina sebagai persoalan utama dan sentral bagi dunia Islam. Masalah ini tidak sekadar bersifat dukungan moril, tetapi menjelma menjadi bantuan langsung dan berkelanjutan di bidang militer, logistik, keuangan, ilmu pengetahuan, dan sosial kepada berbagai kelompok perlawanan Palestina. Hal inilah yang menyebabkan ketahanan front Gaza dan terciptanya titik-titik balik bersejarah, hingga tercapainya Pertempuran Badai Al-Aqsa.

Pernyataan itu juga menambahkan bahwa di saat banyak pihak sudah menarik dukungan terhadap perlawanan Palestina, beliau tetap menjadi pemimpin dan panutan Poros Perlawanan, serta memfokuskan seluruh daya dukungnya kepada poros tersebut.

Pernyataan itu menambahkan bahwa kekuatan-kekuatan imperialis, Zionis, Amerika, dan Barat berharap dengan syahidnya beliau, Revolusi Islam Iran dapat dijatuhkan. Namun, darah beliau justru menyulut semangat revolusi, memperbarui legitimasinya, dan membuktikan ikatan yang tak terpecahkan antara bangsa besar Iran dengan kepemimpinannya.

Pernyataan tersebut lebih lanjut menyebutkan bahwa prosesi pemakaman jenazah pemimpin syahid itu menjelma menjadi sebuah jajak pendapat rakyat dan pekikan lantang di hadapan para tiran.(Sail)