Siasat Zionis Bumerang, Rakyat Iran Kian Solid
-
Hussain al-Hajj Hassan, anggota parlemen Lebanon
Pars Today - Anggota Fraksi Loyalitas terhadap Perlawanan di parlemen Lebanon dalam pernyataannya menegaskan bahwa syahidnya Imam Khamenei membawa hasil yang berkebalikan bagi Amerika dan rezim Zionis, serta justru memersatukan rakyat Iran.
Sebagaimana dilaporkan Pars Today mengutip IRNA, 10 Juli 2026, Hussain al-Hajj Hassan, anggota parlemen Lebanon, mengatakan bahwa Amerika dan rezim Zionis mengira dengan terbunuhnya Imam Khamenei, Pemimpin Syahid Revolusi Islam, rakyat Iran akan memberontak terhadap pemerintahannya dan sistem akan runtuh. Namun, syahidnya pemimpin Revolusi Islam justru menjadi faktor kekuatan, dan darah beliau menjadi faktor pemersatu antara rakyat dan pemerintah.
Ia menambahkan bahwa Amerika dan Israel memperoleh hasil yang berkebalikan dari apa yang mereka duga dan kejar dari syahidnya pemimpin Revolusi Islam.
Anggota parlemen Lebanon itu mengatakan bahwa Iran, sebelum pecahnya perang pada 28 Februari 2026, telah mengancam akan menutup Selat Hormuz. Iran memanfaatkan instrumen ini dengan baik, dan hal ini membawa konsekuensi negatif yang sangat besar bagi ekonomi Amerika dan ekonomi global. Faktor ini, bersama faktor-faktor lainnya, menyebabkan Amerika bergerak menuju negosiasi dengan Iran, dan kemudian ditandatanganilah kesepakatan kerangka antara Lebanon dan Israel.
Al-Hajj Hassan menambahkan bahwa ketika kesepakatan antara Amerika dan Iran ditandatangani, para pejabat dan media Israel menggambarkannya sebagai sebuah bencana. Namun, ketika pemerintah Lebanon menandatangani kesepakatan dengan Israel, para pejabat dan militer Israel menyatakan bahwa ini adalah sebuah pencapaian bagi Israel, dan mereka mengungkapkan pandangan mereka tentang kesepakatan tersebut.
Anggota Fraksi Loyalitas terhadap Perlawanan di parlemen Lebanon itu mengatakan bahwa hasilnya jelas: apa yang diraih Iran dalam bagian nota kesepahaman (MoU) untuk Lebanon adalah hal yang positif bagi Lebanon, sedangkan apa yang diraih pemerintah untuk Lebanon adalah hal yang negatif bagi Lebanon.
Al-Hajj Hassan menyatakan bahwa pemerintah di Lebanon tidak dapat mengklaim dirinya sebagai wakil rakyat saat ini, karena ia hanya mewakili sebagian dari masyarakat Lebanon, bukan seluruhnya. Ini bukan sekadar pandangan Hizbullah dan Gerakan Amal, tetapi kini ada kekuatan-kekuatan politik dan arus-arus besar yang berbicara di media tentang kesepakatan yang dibanggakan pemerintah tersebut.(Sail)