Jihad Islam: Netanyahu Tolak Rencana AS, Ini Bukti Niat Buruk
-
Gerakan Jihad Islam Palestina
Pars Today - Gerakan Jihad Islam Palestina, dengan mengutuk penolakan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Rezim Zionis, terhadap rencana 15 poin Gaza, menyebutnya sebagai pengingkaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata dan penolakan tegas terhadap rencana AS.
Sebagaimana dilaporkan IRNA mengutip jaringan Al-Mayadeen, Senin, 10 Agustus 2026, Jihad Islam Palestina menyatakan bahwa penolakan Netanyahu terhadap rencana 15 poin Gaza adalah penolakan langsung dan tegas terhadap rencana AS, dan Perdana Menteri Rezim Zionis bersama dengan anggota kabinetnya berupaya memanipulasi ketentuannya.
Jihad Islam juga menyatakan bahwa rakyat Palestina berhak mempertanyakan efektivitas dewan yang disebut "Dewan Perdamaian Gaza" dan perannya, terutama jika dewan ini tidak mampu melaksanakan kesepakatan.
Gerakan ini menuduh "Nikolay Mladenov", Utusan Tinggi Dewan Perdamaian Gaza, bertanggung jawab atas penyediaan landasan bagi Netanyahu dan pemerintahannya untuk terus melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Jihad Islam juga menuntut pemerintahan Donald Trump bertanggung jawab untuk mengendalikan pemerintahan rezim Zionis dan Netanyahu, serta menuntut pencegahan kelanjutan tindakan-tindakan rezim ini.
Pernyataan gerakan ini muncul beberapa jam setelah Mladenov, pada Minggu (9/8) malam, menekankan bahwa yang mereka inginkan adalah tidak adanya penempatan dan penyebaran pasukan tentara Israel di luar "garis kuning" (garis pemisah) di Jalur Gaza.
Bertentangan dengan kekuatan perlawanan dan demi kepuasan rezim apartheid Tel Aviv, ia menyatakan bahwa Israel hanya akan mundur dari daerah-daerah yang telah secara resmi diumumkan telah sepenuhnya dibersihkan dari senjata dan terowongan.
Pernyataan ini muncul ketika rezim Zionis, dengan terus melanggar gencatan senjata, berupaya menghalangi jalannya menuju tahap-tahap berikutnya.
Sejalan dengan ini, Netanyahu, dengan menolak rencana 15 poin Gaza, mengkondisikan penarikan pasukan rezimnya dari Gaza pada pelucutan senjata Hamas.
Ia pada hari Minggu (9/8) menyatakan bahwa rezim ini tidak akan keluar dari Gaza sampai Hamas dilucuti.
Netanyahu juga mengatakan bahwa selama ia masih menjadi perdana menteri, ia tidak akan mengizinkan pembentukan negara Palestina.
Ia menambahkan bahwa rezim Zionis sedang berdiskusi dengan pejabat AS tentang masalah pelucutan senjata Hamas.
Perdana Menteri Rezim Zionis juga mengumumkan bahwa rezimnya telah menolak rencana 15 poin terkait Gaza.(Sail)