Arab Saudi Hapus 'Musuh Zionis' dari Buku Teks, Israel Puji
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i195194-arab_saudi_hapus_'musuh_zionis'_dari_buku_teks_israel_puji
Pars Today - Perubahan konten beberapa buku teks Arab Saudi, yang bertujuan mengurangi permusuhan di kalangan generasi muda terhadap rezim Zionis, telah disambut baik oleh Tel Aviv.
(last modified 2026-08-19T09:29:20+00:00 )
Aug 19, 2026 16:26 Asia/Jakarta
  • Putra Mahkot Arab Saudi dan bendera rezim Zionis Israel
    Putra Mahkot Arab Saudi dan bendera rezim Zionis Israel

Pars Today - Perubahan konten beberapa buku teks Arab Saudi, yang bertujuan mengurangi permusuhan di kalangan generasi muda terhadap rezim Zionis, telah disambut baik oleh Tel Aviv.

Melaporkan Mehr News dari Arabi21, Rabu, 19 Agustus 2026, perubahan pada beberapa buku teks Arab Saudi mendapat sambutan dari rezim Zionis. Dalam hal ini, Saudi telah menghapus frasa "Muslim tidak akan pernah melepaskan Quds" dari buku teks mereka, sebuah langkah yang disambut baik oleh sebuah organisasi Israel yang memantau program-program pendidikan di Timur Tengah.

Marcus Shiff, direktur eksekutif lembaga IMPACT-se, menyatakan bahwa tinjauan lembaganya terhadap program pendidikan Saudi menunjukkan kelanjutan dari jalur "reformasi positif!" dalam pendidikan negara tersebut. Ia merujuk pada pengurangan konten yang oleh lembaganya dianggap "ekstrem" atau "anti-Semit", di samping perubahan dalam cara membahas isu Israel dan Zionisme.

Sambutan rezim Israel terhadap langkah Saudi ini terjadi sementara politisi Israel masih menuntut penghancuran Masjid Al-Aqsa dan pembangunan apa yang disebut "Kuil" (Bait Suci) di tempatnya. Pejabat Israel pada hari Senin (18/8) juga mengizinkan pemukim untuk melakukan ritual Yahudi di dalam Masjid Al-Aqsa di Quds Timur yang diduduki, sebuah langkah yang dianggap sebagai pelanggaran lebih lanjut terhadap status quo dan menuai kecaman luas.

Lembaga ini juga menyambut penghapusan beberapa ayat Al-Qur'an dari buku teks Saudi yang membahas "kekafiran dan dosa". Dalam buku sejarah kelas 11, frasa "musuh Zionis" telah diganti dengan "pendudukan Israel". Namun, lembaga tersebut menilai perubahan ini tidak cukup, dan berpendapat bahwa penggunaan istilah "pendudukan Israel" menunjukkan kelanjutan dari ketidakakuan terhadap Israel.

Kritik ini muncul sementara rezim Zionis secara keseluruhan menentang pembentukan negara Palestina. Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim tersebut, pada November lalu mengatakan, "Negara Palestina tidak akan ada. Masalahnya sesederhana itu: tidak akan dibangun."

"Arab Saudi telah menghapus frasa "Muslim tidak akan pernah melepaskan Quds" dari buku teks dan mengganti "musuh Zionis" dengan "pendudukan Israel", langkah yang disambut baik oleh lembaga pemantau Israel, IMPACT-se, yang melihatnya sebagai "reformasi positif". Namun, lembaga tersebut menganggap perubahan ini tidak cukup karena istilah "pendudukan" masih menyiratkan ketidakakuan terhadap Israel."(Sail)