Jumlah Syuhada Gaza Capai 73.438 Orang
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i195664-jumlah_syuhada_gaza_capai_73.438_orang
Pars Today - Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa sejak dimulainya perang rezim Zionis terhadap Gaza pada 7 Oktober 2023 (15 Mehr 1402) hingga sekarang, 73.438 orang telah gugur syahid dan 174.447 orang terluka.
(last modified 2026-08-26T13:44:15+00:00 )
Aug 26, 2026 20:41 Asia/Jakarta
  • Syuhada Gaza
    Syuhada Gaza

Pars Today - Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa sejak dimulainya perang rezim Zionis terhadap Gaza pada 7 Oktober 2023 (15 Mehr 1402) hingga sekarang, 73.438 orang telah gugur syahid dan 174.447 orang terluka.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza Rabu (26/8) mengumumkan bahwa selama 24 jam terakhir, jenazah 7 syahid dan 10 korban luka telah dipindahkan ke rumah sakit-rumah sakit di wilayah ini.

 

Dari total syahid yang tercatat dalam periode ini, 5 warga Palestina gugur dalam serangan-serangan baru dan 2 lainnya gugur akibat parahnya luka-luka sebelumnya.

 

Kementerian ini merujuk pada fakta bahwa sejumlah korban masih berada di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan, dan tim-tim darurat serta organisasi bantuan dan penyelamatan Gaza sejauh ini belum dapat menjangkau mereka.

 

Berdasarkan laporan ini, sejak pemberlakuan gencatan senjata pada 11 Oktober hingga sekarang, 1.303 warga Palestina telah gugur sebagai syahid dan 4.336 orang terluka. Juga hingga saat ini, jenazah 814 syahid telah dikeluarkan dari bawah reruntuhan.

 

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023 (15 Mehr 1402) hingga sekarang, jumlah syahid di Jalur Gaza telah mencapai 73.438 orang dan jumlah luka-luka mencapai 174.447 orang.

 

Di sisi lain, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa pengesahan zona-zona pengaruh baru untuk permukiman-permukiman Zionis di Tepi Barat, adalah kelanjutan dari kebijakan pembangunan permukiman fasis rezim pendudukan dengan tujuan menelan dan mencuri lebih banyak tanah Palestina dan memaksakan realitas aneksasi dan pengusiran paksa.

 

Gerakan Hamas memperingatkan tentang meningkatnya perampasan tanah dan evakuasi harian wilayah-wilayah baru di Tepi Barat, perampasan fasilitas dan komponen kehidupan dari mereka, pemutusan hubungan geografis antar wilayah, dan mengubahnya menjadi perkumpulan-perkumpulan yang terisolasi, dan menyatakan bahwa semua rencana pembangunan permukiman ini tidak akan menciptakan hak atau kedaulatan apa pun bagi rezim pendudukan atas tanah Palestina, dan juga tidak akan membawa keamanan dan stabilitas baginya. (MF)