Militer Irak Minta Warga Kosongkan Dua Kota di Salahuddin
-
pasukan Irak
Militer Irak meminta warga dua kota di Provinsi Salahuddin untuk mengosongkan kota mereka.
IRNA (4/9) melaporkan, militer Irak meminta warga kota Al Zawiya dan Al Sharqat, Provinsi Salahuddin, Utara Irak untuk mengosongkan kota mereka, menjelang dilakukannya operasi militer terhadap posisi-posisi kelompok teroris.
Dalam pernyataannya, militer Irak menyebut waktu pembebasan kota Al Zawiya dan Al Sharqat sudah tiba dan warga kedua kota itu harus mengosongkan kota mereka sehingga tidak bisa dijadikan tameng hidup oleh anasir-anasir teroris.
Kota Al Zawiya ditinggali oleh sekitar 20 ribu penduduk dan merupakan bagian dari wilayah Baiji. Pada tahun 2014, kota itu jatuh ke tangan Daesh bersamaan dengan jatuhnya Mosul, sekalipun warga kota sudah melakukan perlawanan.
Kota Al Sharqat terletak di wilayah paling Utara Provinsi Salahuddin dan dinilai sebagai wilayah yang sangat strategis karena berada di persimpangan tiga pusat Provinsi Salahuddin, Kirkuk dan Ninawa.
Hingga kini, sejumlah warga kedua kota itu tidak berhasil melepaskan diri dari tangan Daesh dan menyelamatkan diri ke kamp-kamp pengungsian. Daesh masih menduduki sejumlah besar wilayah dua kota dan sedang berusaha menggunakan warganya sebagai tameng hidup untuk menghadapi serangan militer Irak. (HS)