Persentase Tapol Bahrain Terbesar di Timteng
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i19756-persentase_tapol_bahrain_terbesar_di_timteng
Nabil Rajab, aktivis HAM Bahrain dalam suratnya yang dilayangkan ke koran New York Times mengungkapkan sekitar 4.000 orang aktivis politik mendekam di penjara-penjara negara Arab itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 06, 2016 01:25 Asia/Jakarta
  • Persentase Tapol Bahrain Terbesar di Timteng

Nabil Rajab, aktivis HAM Bahrain dalam suratnya yang dilayangkan ke koran New York Times mengungkapkan sekitar 4.000 orang aktivis politik mendekam di penjara-penjara negara Arab itu.

"Bahrain dengan jumlah tahanan politik sekitar 4.000 orang memiliki tingkat persentase tahanan [politik] tertinggi dibandingkan rata-rata jumlah penduduknya di Timur Tengah," ujar Nabil Rajab, seperti dilansir New York Times hari Minggu (4/9).

Dalam suratnya yang dipublikasikan koran AS itu, Nabil Rajab mengungkapkan bahwa orang-orang yang menyerukan demokratisasi di Bahrain berhadapan dengan penjara, penyiksaan, bahkan kematian.

Para pejabat Bahrain menuding Rajab menghina pengadilan Bahrain, karena aktivis HAM ini membongkar penyiksaan ratusan tahanan oleh sipir penjara Jaw. 

Nabil Rajab divonis hukuman penjara selama 15 tahun karena memprotes aksi represif rezim Al Khalifa terhadap rakyat Bahrain, dan kini aktivis HAM ini mendekam di jeruji besi.

Nabil Rajab di bagian suratnya kepada New York Times menyinggung masalah pencabutan sanksi penjualan senjata oleh AS terhadap pemerintah Bahrain di tahun lalu, padahal rezim Al Khalifa masih melanjutkan aksi represif terhadap rakyatnya sendiri.

Aktivis HAM ini mempersoalkan sikap AS yang selama ini mendaku sebagai pengibar bendera HAM di dunia, tapi faktanya justru mendukung berlanjutnya aksi represif rezim Al Khalifa terhadap rakyat Bahrain.

Washington mengklaim pencabutan sanksi penjualan senjata kepada Manama dilakukan, karena terjadi kemajuan signifikan dalam reformasi HAM di Bahrain.

"Tapi, apakah begitu realitas sebenarnya ?" tanya Rajab menyoal, sebagaimana ditulis New York Times.(PH)