Korban Tersembunyi, Utang Terbuka: Warisan Perang Rezim Zionis
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i198038-korban_tersembunyi_utang_terbuka_warisan_perang_rezim_zionis
Pars Today – Kementerian Perang rezim Zionis telah mempublikasikan statistik baru tentang korban rezim ini sejak dimulainya perang Gaza pada 7 Oktober 2023 hingga saat ini, tetapi statistik ini tidak mencakup korban yang terkait dengan perang melawan Iran.
(last modified 2026-10-05T14:42:39+00:00 )
Okt 05, 2026 21:40 Asia/Jakarta
  • Tentara Zionis
    Tentara Zionis

Pars Today – Kementerian Perang rezim Zionis telah mempublikasikan statistik baru tentang korban rezim ini sejak dimulainya perang Gaza pada 7 Oktober 2023 hingga saat ini, tetapi statistik ini tidak mencakup korban yang terkait dengan perang melawan Iran.

Menurut laporan Pars Today, menurut laporan saluran 12 televisi Israel, Kementerian Perang rezim Zionis dalam statistik terbarunya mengumumkan bahwa jumlah korban militer dan keamanan rezim Zionis sejak dimulainya perang Gaza hingga saat ini telah mencapai seribu tiga ratus delapan belas orang. Statistik yang diumumkan tidak terbatas hanya pada pasukan angkatan darat dan juga mencakup staf serta anggota sejumlah lembaga keamanan rezim Zionis. Seribu seratus lima puluh tiga orang dari korban yang diumumkan, berasal dari pasukan angkatan darat rezim ini. Statistik ini mencakup semua perang yang telah dilakukan rezim Zionis sejak tanggal tersebut di Gaza, Lebanon selatan, dan Tepi Barat. Hal ini terjadi sementara laporan tentang jumlah korban luka rezim Zionis di front-front ini belum dipublikasikan.

 

Apa yang paling menarik perhatian tentang angkatan darat rezim Zionis, adalah jurang yang mendalam antara statistik resmi yang dipublikasikan dan perkiraan tidak resmi serta pengungkapan-pengungkapan yang kadang keluar dari dalam sistem Zionis itu sendiri. Menurut pengakuan pejabat rezim Zionis sendiri, statistik yang diumumkan juga tidak memberikan gambaran lengkap tentang dimensi sebenarnya dari kerugian manusia.

 

Pengungkapan dari dalam sistem menunjukkan bahwa statistik korban yang sebenarnya jauh melampaui angka resmi. Eyal Zamir, Kepala Staf Gabungan Angkatan Darat rezim Zionis, dalam pernyataannya yang dipublikasikan oleh saluran 12 televisi rezim ini, mengumumkan bahwa hanya pada tahun 2024 lebih dari lima ribu sembilan ratus empat puluh dua keluarga rezim Zionis baru telah ditambahkan ke "daftar keluarga berduka". Istilah "keluarga berduka" dalam literatur angkatan darat rezim Zionis merujuk pada keluarga yang kehilangan salah satu anggota militernya dalam perang; angka yang sepenuhnya kontradiktif dengan statistik resmi yang diumumkan Kementerian Perang.

 

Beberapa sumber Zionis juga dengan merujuk pada statistik rumah sakit, memperkirakan jumlah total korban tewas rezim Zionis dalam perang Gaza, Lebanon, dan Tepi Barat lebih dari tiga belas ribu orang. Kontradiksi yang jelas ini menunjukkan sejauh mana sensor militer rezim Zionis telah bertindak keras dalam menyembunyikan dimensi sebenarnya dari kerugian manusia dalam perang-perangnya.

 

Dimensi ekonomi dari korban dan biaya perang ini, memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang konsekuensi nyata dari provokasi perang. Berdasarkan perkiraan bank sentral dan Kementerian Keuangan rezim Zionis, biaya langsung perang di Gaza, Lebanon, dan Suriah dari Oktober 2023 hingga April 2026 mencapai 405 miliar shekel setara dengan 138 miliar dolar yang setara dengan tujuh belas persen dari Produk Domestik Bruto rezim ini. Kerugian akumulatif akibat gangguan produksi dan penutupan aktivitas ekonomi juga membebankan 177 miliar shekel lainnya pada ekonomi.

 

Rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto meningkat dari sekitar 60 persen sebelum perang menjadi 69 persen dan diperkirakan jika tren saat ini berlanjut akan melampaui batas 80 persen pada tahun 2030. Defisit anggaran juga menjauh dari target 3,2 persen yang ditetapkan untuk tahun 2026 dan perkiraan independen memperkirakannya antara 4,7 hingga 5,1 persen.

 

Apa yang dapat disimpulkan dari kumpulan data dan pengungkapan ini adalah bahwa sistem sensor dan penyembunyian angkatan darat rezim Zionis, pada akhirnya tidak mampu menutupi dimensi sebenarnya dari krisis kemanusiaan perang-perangnya. Jurang antara statistik resmi seribu tiga ratus delapan belas orang dari Kementerian Perang dan pengungkapan dari dalam sistem tentang ribuan keluarga personel militer yang tewas, sendiri merupakan bukti bahwa tingkat korban sebenarnya dari perang-perang ini jauh lebih banyak dari yang diakui oleh pejabat Zionis.

 

Selain itu, biaya ekonomi dan sosial perang yang sangat besar, dari utang publik yang meningkat hingga krisis rehabilitasi korban luka dan runtuhnya struktur keluarga personel militer, menunjukkan bahwa provokasi perang bagi rezim Zionis tidak hanya tidak membawa pencapaian keamanan yang berkelanjutan, melainkan telah menjerumuskan rezim ini ke dalam rawa krisis yang menumpuk yang konsekuensinya akan menghantui selama bertahun-tahun. (MF)