Berlanjutnya Kerjasama Pasukan Relawan Rakyat Memberantas Daesh
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i20191-berlanjutnya_kerjasama_pasukan_relawan_rakyat_memberantas_daesh
Berbagai berita mengkonfirmasikan berlanjutnya penekanan tokoh dan pejabat Irak menekankan berlanjutkan partisipasi pasukan relawan rakyat Irak dalam operasi pembersihan berbagai wilayah Irak termasuk Mosul, dari kehadiran para teroris.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 10, 2016 14:43 Asia/Jakarta
  • pasukan relawan rakyat Irak
    pasukan relawan rakyat Irak

Berbagai berita mengkonfirmasikan berlanjutnya penekanan tokoh dan pejabat Irak menekankan berlanjutkan partisipasi pasukan relawan rakyat Irak dalam operasi pembersihan berbagai wilayah Irak termasuk Mosul, dari kehadiran para teroris.

Dalam hal ini, Ketua Aliansi Nasional Irak, pada Jumat (9/9), dalam pertemuan dengan Nufal Hamadi, seorang pejabat Mosul, menekankan berlanjutnya partisipasi semua pasukan baik militer, polisi, pasukan keamanan dan pasukan relawan rakyat dalam pembebasan Mosul dari kontrol kelompok teroris Takfiri Daesh. 

 

Hakim menekankan, pertempuran Mosul merupakan sebuah operasi nasional dan semua pihak harus berpartisipasi di dalamnya. Pada saat yang sama, Ali Al-Huseini, juru bicara  pasukan relawan rakyat Irak menaytakan, operasi pembebasan wilayah Sharqat di provinsi Salahuddin akan dimulai setelah Idul Adha, dan ini berarti berlanjutnya kerjasama pasukan relawan rakyat dengan militer Irak dalam memberantas terorisme.

 

Meski tekanan deras dari pihak asing khususnya dari Amerika Serikat dan Arab Saudi, agar militer Irak tidak melibatkan pasukan relawan rakyat, akan tetapi beberapa waktu terakhir, pemerintah Irak mengkonfirmasikan struktur baru pasukan relawan rakyat Irak dan ketidakterkaitan pasukan ini dengan masalah politik, serta sepenuhnya netral dan mematuhi instruksi pihak militer. Dengan demikian, pemerintah Irak telah mematenkan penggunaan pasukan relawan rakyat dalam operasi anti-Daesh.

 

Masyarakat dunia pada Juni 2014 dikejutkan dengan pendudukan banyak wilayah Irak oleh kelompok teroris Daesh. Pengkhianatan sejumlah tokoh politik Irak dalam aksi pendudukan Daesh tersebut sangat nyata. Dan sejak itu, pemerintah Irak mendapat dukungan dari pasukan relawan rakyat dalam memerangi Daesh.

 

Pasukan itu terbentuk pasca fatwa Ayatullah Ali Sistani, marji' besar Syiah Irak, kepada warga Irak yang mampu mengangkat senjata untuk berjuang melawan Daesh dan membebaskan wilayah yang diduduki para teroris.

 

Pasukan relawan rakyat Irak terbentuk dari 42 brigade sipil Irak dan bersama dengan militer Irak melawan para teroris Daesh.

 

Dalam kondisi seperti ini, para penentang di dalam dan luar negeri menyusun makar perpecahan menarget pasukan relawan rakyat dengan melabelnya pasukan Syiah, dan bahkan dengan bumbu pembantaian warga non-Syiah di wilayah-wilayah yang telah dibebaskan dari Daesh.

 

Terlepas dari pengaruh propaganda tersebut di luar negeri, pasukan relawan rakyat Irak terus mendukung militer dalam pertempuran anti-Daesh. Masyarakat Irak telah lebih dewasa menyikapi propaganda dalam dan luar negeri. Masyarakat Irak tidak termakan propaganda tersebut karena mereka menyaksikan fakta yang sebenarnya dan juga merasakan bahaya faktual terorisme Takfiri Daesh. (MZ)