Urgensi Dunia Dukung Irak Perangi Terorisme
Menyikapi eskalasi serangan teroris di Baghdad, perdana menteri Irak menginstruksikan supaya angkatan bersenjata dan dinas intelejen negara ini meningkatkan upayanya untuk melumpuhkan aksi para teroris.
Rangkaian aksi pemboman di berbagai wilayah Irak, terutama di Baghdad selama beberapa bulan terakhir menyebabkan ribuan warga sipil tewas dan cidera. Berdasarkan laporan bulanan UNAMI, setiap bulan rata-rata seribu orang warga sipil tewas akibat serangan teroris, terutama aksi pemboman yang menargetkan berbagai wilayah khususnya Baghdad.
Perdana Menteri Irak, Haider Al-Abadi dalam pertemuan dengan para komandan angkatan bersenjata Irak Minggu malam (11/9) menyinggung urgensi peningkatan aksi pengamanan demi melindungi warga sipil Irak dari serangan teroris yang semakin masif.
"Tujuannya untuk menjamin keamanan seluruh rakyat Irak," ujar Al-Abadi.
Sebagian pihak menilai kelompok teroris Daesh melakukan infiltrasi di tubuh militer Irak. Eskalasi serangan teroris di Baghdad tidak bisa dilepaskan dari peran mereka selama ini.
Sejatinya, meskipun pusat komando kelompok teroris Daesh di Fallujah, yang berjarak 50 kilometer dari arah barat Baghdad, tapi tampaknya lingkaran tersembunyi kelompok teroris ini di Baghdad dan wilayah lainnya tetap menjadi ancaman terhadap warga sipil yang paling besar.
Oleh karena itu, perdana menteri Irak dalam statemennya yang disampaikan hari Minggu menegaskan bahwa kelompok teroris yang mengalami kekalahan bertubi-tubi di medan tempur selama dua bulan terakhir, kini berupaya menebus kekalahannya dengan meningkatkan aksi-aksi teror di Baghdad dan berbagai wilayah lainnya. Tujuan mereka untuk menghalangi upaya militer Irak membersihkan unsur-unsur terorisme sekaligus mengacaukan keadaan dalam negeri. Tapi pasukan keamanan dan intelejen Irak tidak akan pernah membiarkan mereka melanjutkan aksi destruktifnya.
Berdasarkan pandangan tersebut, sikap lalai dalam setiap aksi penumpasan terorisme di berbagai wilayah, terutama di Baghdad akan mempengaruhi capaian besar yang sudah diraih militer Irak dalam perang menghadapi terorisme. Oleh karena itu, dalam kondisi sensitif ini, publik dunia juga harus mendukung program pemerintah Irak dalam perang melawan terorisme. Sebab, stabilitas Irak dan pemberangusan terorisme di Irak tidak hanya menguntungkan kepentingan nasional negara Arab itu saja, tapi juga mendukung terwujudnya keamanan dan stabilitas regional dan global.
Dengan demikian, dukungan publik dunia, termasuk kecaman terhadap genosida yang dilakukan kelompok teroris Daesh yang didukung negara-negara Barat dan Arab, merupakan salah satu jalan memberangus terorisme global.(PH)