Gencatan Senjata Dimulai, Militer Suriah Keluarkan Pernyataan
Markas Besar Militer Suriah mengabarkan penghentian semua operasi militernya di seluruh negara ini segera setelah dimulainya gencatan senjata.
Seperti dilansir Reuters, Markas Besar Militer Suriah dalam pernyataan pada Senin (12/9/2016) malam menyebutkan, operasi pasukan Suriah di seluruh wilayah negara ini dihentikan selama gencatan senjata yang dimulai malam ini hingga tengah malam tanggal 18 September.
Namun ditegaskan bahwa militer Suriah memiliki hak untuk merespon segala bentuk pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh para milisi bersenjata.
Berdasarkan laporan tersebut, seorang pemberontak Suriah mengatakan, mayoritas kelompok oposisi bersenjata Suriah menerima gencatan senjata ini meskipun dilakukan dengan penuh hati-hati.
Koalisi yang disebut sebagai pemberontak Suriah yang tinggal di luar negeri mengumumkan, gencatan senjata di Suriah adalah langkah tepat dan akan terjadi interaksi positif dengan perjanjian ini.
Gencatan senjata di Suriah merupakan hasil dari kesepakatan antara Rusia dan Amerika Serikat. Perjanjian ini dimulai sejak Senin malam selama tujuh hari.
Kelompok-kelompok teroris seperti Daesh (ISIS) dan Jabhat Fath al-Syam tidak termasuk dalam gencatan senjata ini sehingga penyerangan terhadap posisi kelompok-kelompok teroris Takfiri tersebut dibolehkan.
Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan, serangan udara terhadap posisi teroris Daesh dan Jabhat Fath al-Syam akan dilanjutkan. (RA)