Tantangan Serius dalam Pemberantasan Kemiskinan Global
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i22276-tantangan_serius_dalam_pemberantasan_kemiskinan_global
Terorisme, ekstrimisme dan kemiskinan merupakan di antara tantangan serius dalam upaya mencapai tujuan pembangunan berkesinambungan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 04, 2016 12:00 Asia/Jakarta
  • potret kemiskinan dunia
    potret kemiskinan dunia

Terorisme, ekstrimisme dan kemiskinan merupakan di antara tantangan serius dalam upaya mencapai tujuan pembangunan berkesinambungan.

Gholamali Khosrou, Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Senin (3/10), dalam sidang Komite Kedua Majelis Umum PBB, menjelaskan berbagai masalah regional dalam implementasi program pembangunan hingga 2010 dan mengatakan, "Terorisme dan ekstrimisme selain merusak lingkungan hidup, juga meningkatkan kemiskinan di tingkat regional serta akan menguras sumber dana yang terbatas di negara-negara tersebut untuk menghadapi instabilitas ketimbang untuk pembangunan."

 

Khosrou menyinggung pentingnya dukungan berpengaruh internasional untuk mencapai tujuan pembangunan berkesinambungan, seraya menekankan penghindaran langkah-langkah konfrontatif da sanksi dagang dan finansial unilateral.  

 

Komite Kedua Majelis Umum PBB merupakan salah satu lembaga spesialis untuk membahas isu-isu penting ekonomi dan hambatan pembangunan berkesinambungan. Oleh karena itu, pemaparan sikap negara-negara dalam konferensi tersebut sama seperti penjelasan resmi perpesktif masing-masing anggota dalam menghadapi bebagai tantangan dan masalah global.  

 

Majelis Umum PBB dalam sidang tahun 2000 meratifikasi sebuah dokumen yang berdasarkannya, negara-negara maju dan sedang berkembang, memberantas kemiskinan, merealisasikan perdamaian dan demokrasi serta menjaga lingkungan hidup hingga akhir tahun 2015.

 

Dokumen ini disebut dengan Deklarasi Millenium dan ditandatangani oleh para pemimpin dan perwakilan dari 189 negara. Dalam beberapa tahun terakhir, belum tercapai perkembangan signifikan dalam pencapaian tujuan dokumen itu dan bahkan jurang yang ada semakin menganga lebar karena munculnya perang dan kekerasan di berbagai wilayah dunia termasuk di Afrika dan Asia Barat.

 

Keterbelakangan akibat berbagai politik yang membuat jurang antara kelompok miskin dan kaya semakin menganga, serta distribusi buruk kekayaan, adalah sejumlah faktor yang berpotensi menciptakan aksi-aksi kekerasan dan anarkisme, bahkan terorisme.

 

Lembaga Pusat Pembangunan Global menyatakan bahwa dari informasi dan data dari PBB, sebanyak 12 negara tertinggal mencatat kemajuan paling kecil. Di akhir list negara-negara tersebut tercatat nama negara Guinea Bissau dan Afghanistan, kemudian disusul dengan Republik Demokratik Kongo, Burundi, Papua New Guinea, Tanzania, Zimbabwe, Nigeria, Liberia, Haiti, Pantai Gading dan Republik Afrika Tengah. Negara-negara lain seperti Irak, Suriah dan Yaman yang sedang dilanda perang juga secara praktis gagal mencapai tujuan tersebut.

 

Sekarang kita telah sampai di penghujung tahun 2016, banyak ahli di bidang pembangunan, mengakui kecilnya tingkat kesuksesan dalam 15 tahun terakhir untuk mencapai tujuan pembangunan milenium. Bahkan mereka menyatakan tujuan tersebut mustahil tercapai dalam waktu dekat.  

 

Mereka berpendapat bahwa realisasi tujuan pembangunan itu harus terlebih dahulu diawali dengan pencapaian pembangunan stabil oleh negara-negara target. Karena tanpa itu, maka pemberantasan berbagai tantangan tersebut tidak mungkin tercapai.  

 

Pernyatan Dubes dan Wakil Tetap Republik Islam Iran di PBB ini merefleksikan berbagai tantangan faktual yang dihadapi dunia khususnya di Asia Barat.(MZ)