Sheikh Salah Serukan Dukungan kepada Masjid al-Aqsa
Ketua Gerakan Islam di Palestina pendudukan tahun 1948 memperingatkan bahaya yang mengancam Masjid al-Aqsa.
Sheikh Raed Salah dalam sebuah statemen terbarunya, menyerukan dukungan komprehensif kepada Masjid al-Aqsa. Demikian dilansir Pusat Informasi Palestina, Jumat (4/11/2016).
Ia mengatakan, rakyat Palestina, umat Islam dan Arab harus komitmen menjadikan Masjid al-Aqsa sebagai hak abadi dan tetap, di mana hak ini –bahkan sebelum pengakuan PBB atau pengakuan dari lembaga apapun– adalah diperuntukkan bagi rakyat Palestina.
Sheikh Salah menjelaskan, penentangan nyata rezim Zionis Israel terhadap resolusi UNESCO sebenarnya merupakan pengumuman perang terhadap Islam, bangsa Palestina dan umat Arab.
Menurutnya, Israel ingin mendistorsi sejarah dengan kekuatan dan paksaan, namun waktu untuk merealisasikan rencana-rencana jahatnya itu telah berakhir.
Sebelumnya, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB, UNESCO mengesahkan dua resolusi anti-Israel.
Salah satu resolusi tersebut menentang segala bentuk hubungan orang-orang Yahudi dengan tempat-tempat Islam di al-Quds pendudukan.
Menurut resolusi ini, serangan dan penyerbuan terhadap tempat-tempat suci Islam dan perusakannya adalan tindakan yang dikecam.
Ketua Gerakan Islam di Palestina pendudukan tahun 1948 mendekam di penjara Ishel di Negev.
Sheikh Salah ditahan Israel di sebuah sel isolasi setelah ia ditangkap pada 16 Februari 2007 setelah menyampaikan pidato. (RA)