Yaman: Tanpa Penghentian Agresi, Gencatan Senjata akan Gagal
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman mengatakan, tanpa penghentian agresi dan pencabutan blokade terhadap rakyat Yaman, maka pengumuman gencatan senjata tidak akan membuahkan hasil apapun.
Mohammad Ali al-Houthi mengungkapkan hal itu dalam wawancara dengan jaringan televisi Alalam, Senin (21/11/2016).
Ia menilai penghentian agresi dan pencabutan blokade terhadap rakyat Yaman sebagai syarat diselenggarakannya dialog politik dengan pihak-pihak Arab Saudi.
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman juga menegaskan bahwa Yaman menyambut segala bentuk perencanaan untuk melindungi nyawa dan harta rakyat negara ini.
Sebelumnya, hanya beberapa menit setelah diumumkan pelaksanaan gencatan senjata selama 48 jam di Yaman pada 19 November 2016, jet-jet tempur Arab Saudi melanggarnya dan menggunakan senjata terlarang untuk membombardir beberapa wilayah di negara tetangganya itu.
Baru-baru ini, Ahmed al-Asir, juru bicara operasi militer Arab Saudi di Yaman mengumumkan bahwa gencatan senjata selama 48 jam yang diberlakukan pada Sabtu siang telah berakhir dan tidak diperpanjang.
Padahal menurut rencana, jika perjanjian tersebut sukses maka akan diperpanjang sehingga tercipta peluang untuk dilakukan dialog perdamian Yaman. (RA)