Kerjasama Empat Negara Tumpas Teroris
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i29998-kerjasama_empat_negara_tumpas_teroris
Perdana menteri Irak menyatakan, koordinasi dan kerja sama antara Irak, Rusia, Iran dan Suriah dalam menumpas teroris menguntungkan semua pihak.
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Jan 04, 2017 17:20 Asia/Jakarta
  • Kerjasama Empat Negara Tumpas Teroris

Perdana menteri Irak menyatakan, koordinasi dan kerja sama antara Irak, Rusia, Iran dan Suriah dalam menumpas teroris menguntungkan semua pihak.

Haider Al-Abadi mengatakan, Irak menyerukan kepada semua negara kawasan untuk bergabung dalam barisan ini, sebab tidak ada opsi lain kecuali mengerahkan kekuatan bersama menumpas terorisme.

Tidak diragukan lagi koordinasi dan kerja sama antara Iran, Rusia, Irak dan Suriah memainkan peran penting dalam perang menghadapi terorisme. Keberhasilan terbaru koordinasi dan kerja sama ini membuahkan hasil dalam pembebasan Aleppo di Suriah.

Keberhasilan aliansi empat negara dalam menumpas terorisme berlangsung di saat koalisi internasional anti-Daesh yang dipimpin AS hingga kini tidak membuahkan hasil signifikan. Alih-alih membantu penumpasan terorisme, koalisi internasional pimpinan Washington ini justru menjadi batu sandungan bagi penumpasan penuh Daesh, dan menciptakan zona aman bagi para teroris di wilayah khusus Irak dan Suriah.

Klaim AS dan sekutu Barat serta Arab dalam penumpasan teroris Daesh mengemuka di saat poros utama aliansi pimpinan Washington ini justru memainkan peran utama dan penting dalam membidani kelahiran kelompok teroris Daesh dan memasok kebutuhan persenjataan serta finansialnya.

Bantuan finansial besar-besaran yang digelontorkan AS dan sekutunya terhadap oposisi Suriah yang berada di luar negeri, pasokan senjata kepada para teroris di Suriah dan Irak, pembagian teroris baik dan buruk, semua itu bertentangan dengan klaim AS mengenai penumpasan terorisme selama ini.

Kebijakan  dua kaki AS di Irak menyebabkan sebagian wilayah Irak dikuasai kelompok teroris Daesh. Washington secara tidak langsung memberikan lampu hijau bagi kelompok teroris untuk meningkatkan aksinya di wilayah Irak. Bersamaan dengan bantuan militer terhadap pemerintah Irak, AS juga meningkatkan gerak Daesh di wilayah Irak dan Suriah. Pada akhirnya, koalisi internasional anti-Daesh yang dipimpin AS justru menjadi sekedar penonton manuver Daesh di lapangan, dan tidak mengambil tindakan signifikan untuk mengakhirinya.

Sejatinya, kontradiksi kebijakan dan slogan AS dalam perang melawan terorisme berujung munculnya fenomena Daesh di kawasan. Aliansi internasional anti-Daesh yang dipimpin AS selama ini tidak memiliki keseriusan untuk menumpas akar terorisme. Akibatnya, Daesh semakin menyebar dan menguat. AS memang tidak berencana menumpas Daesh, tapi memanfaatkannya demi kepentingan Gedung Putih. Pasalnya, keberadaan Daesh berhubungan langsung dengan kepentingan AS di kawasan Asia Barat dan Afrika utara.

Kebijakan AS dalam masalah terorisme yang berlapis-lapis tidak akan bisa menjamin keamanan dan perdamaian regional maupun global. Kebijakan anti-terorisme Gedung Putih yang hanya sebatas slogan belaka tidak membantu mewujudkan keamanan dunia.

Kerja sama internasional dalam menumpas terorisme merupakan satu-satunya jalan untuk mengatasi instabilitas, kekerasan dan ekstremisme. Perang sejati menumpas terorisme yang dilancarkan militer Suriah dan Irak dengan dukungan Rusia dan Iran merupakan contoh nyata menghadapi terorisme. Kini, militer dan pasukan relawan rakyat Irak berada di garis depan perang menghadapi kelompok teroris Daesh yang menunjukkan tekad baja dan keseriusan dalam penumpasan terorisme, sebagaimana dijelaskan perdana menteri Irak.(PH)