Gelombang Protes Zionis Tuntut Netanyahu Lengser
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i30355-gelombang_protes_zionis_tuntut_netanyahu_lengser
Gelombang protes terhadap perdana menteri Israel, Benyamin Netanyahu kian hari semakin meningkat melebihi sebelumnya.
(last modified 2025-12-14T09:52:47+00:00 )
Jan 08, 2017 16:09 Asia/Jakarta
  • Gelombang Protes Zionis Tuntut Netanyahu Lengser

Gelombang protes terhadap perdana menteri Israel, Benyamin Netanyahu kian hari semakin meningkat melebihi sebelumnya.

Berita interogasi terhadap Netanyahu oleh pihak keamanan rezim Zionis atas tudingan korupsi dan gratifikasi menyulut eskalasi desakan pengunduran dirinya dari jabatan perdana menteri Israel. Kini, desakan tersebut datang dari partai yang dipimpinnya sendiri, partai Likud.

Situs koran Israel, Yedioth Ahronoth  melaporkan, kabinet dan anggota partai Likud mereaksi interogasi pihak kepolisian terhadap Netanyahu. Mereka meminta Netanyahu menjawab seluruh pertanyaan pihak kepolisian mengenai tudingan yang ditujukan kepadanya, atau memilih mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri rezim Zionis.

Anggota komite pusat partai Likud menegaskan, Netanyahu harus mengundurkan diri, sebagaimana tuntutan yang sama telah dilemparkan kepada Ehud Olmert hingga melepaskan jabatan perdana menteri Israel. Pada dua Januari 2017, dinas kepolisian rezim Zionis menginterogasi Netanyahu. Interogasi ini merupakan yang kesekian kalinya dilakukan pihak kepolisian Israel terhadap Benyamin Netanyahu. Interogasi yang sama juga telah menyebabkan Olmert harus meletakkan jabatan.

Bersamaan dengan meningkatnya tuntutan pengunduran diri Netanyahu dari jabatan perdana menteri Israel, suhu ketegangan antarpejabat rezim Zionis semakin memanas. Sebagian anggota Knesset dalam statemennya mengkritik keras Netanyahu. Bahkan mereka menyebut Netanyahu tidak layak dan tidak kredibel dalam menjalankan jabatannya sebagai perdana menteri Israel. Friksi politik yang semakin tinggi ini menunjukkan berlanjutnya kekacauan politik di tubuh rezim Zionis.

Selama beberapa bulan terakhir arena politik Israel memasuki babak baru friksi dan pertarungan perebutan kekuasaan disertai gelombang tuntutan politik dan ekonomi yang semakin deras. Masalah ini mengindikasikan kondisi politik Israel semakin tidak menentu dan suram.

Rapor merah Netanyahu selama beberapa tahun terakhir ditandai dengan memburuknya krisis politik dan ekonomi serta sosial yang melilit Israel. Kinerja buruk perdana menteri Israel ini memantik gelombang protes yang semakin deras dari warga rezim Zionis terhadap Tel Aviv. Tampaknya berlanjutnya kondisi tersebut akan mendorong digelarnya pemilu dini dan pertarungan antarfaksi politik di tubuh rezim Zionis akan semakin meningkat dari sebelumnya. Semua pihak di Israel berlomba untuk memanfaatkan situasi yang terjadi saat ini demi kepentingannya masing-masing.

Kini, friksi politik antarfaksi di tubuh rezim Zionis sudah melampaui masalah partai, dan mendorong semakin meruncingnya ketegangan di internal partai Likud yang selama ini menjadi kendaraan politik Netanyahu. Eskalasi penentangan terhadap Netanyahu serta naiknya kasus korupsi dan gratifikasi terhadap perdana menteri rezim Zionis ini mengindikasikan akan segera berakhirnya usia politik pemimpin partai Likud ini.

Kisruh politik yang melanda Israel belakangan ini menunjukkan semakin suramnya masa depan politik rezim agresor ini. Meski demikian, pembunuhan dan kekerasan Israel terhadap Palestina tidak berhenti. Oleh karena itu memanasnya suhu politik dan meningkatnya pertarungan perebutan kekuasaan di tubuh rezim Zionis hanya berkaitan dengan urusan kue kekuasaan yang ingin direbut dan dipertahankan oleh mereka masing-masing. Tapi, ketika berkaitan dengan masalah Palestina, mereka satu suara.(PH)