Araghchi: Pemilihan Rahbar Baru Hanya Urusan Rakyat Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i186426-araghchi_pemilihan_rahbar_baru_hanya_urusan_rakyat_iran
Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Sayid Abbas Araghchi mengecam pernyataan intervensi Presiden Amerika Serikat tentang pemilihan pemimpin baru Iran dan menegaskan bahwa keputusan itu sepenuhnya menjadi hak rakyat Iran.
(last modified 2026-03-09T11:36:07+00:00 )
Mar 08, 2026 20:25 Asia/Jakarta
  • Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran
    Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran

Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Sayid Abbas Araghchi mengecam pernyataan intervensi Presiden Amerika Serikat tentang pemilihan pemimpin baru Iran dan menegaskan bahwa keputusan itu sepenuhnya menjadi hak rakyat Iran.

Dalam acara “Menyapa Media” yang disiarkan oleh NBC News pada Minggu (08/03/3036) sore, Araghchi menegaskan, “Iran tidak akan mengizinkan campur tangan asing dalam urusan dalam negerinya.”

Ia menambahkan melalui sambungan video, “Tugas rakyat Iran adalah memilih pemimpin baru mereka, hal ini tidak melibatkan pihak lain.”

Menanggapi pertanyaan tentang tuduhan Presiden Trump bahwa Iran memiliki rudal yang dapat menyerang Eropa, pangkalan Amerika, dan bahkan daratan AS, Araghchi menjawab, “Pernyataan itu tidak benar. Informasi tersebut keliru.”

Ia menjelaskan, “Kami memang mampu memproduksi rudal, tetapi secara sengaja membatasi jangkauannya di bawah dua ribu kilometer agar tidak menjadi ancaman bagi siapa pun. Tidak ada program untuk memperpanjang jangkauan rudal di atas batas saat ini, sehingga tidak ada bukti bahwa Iran mengembangkan rudal jarak jauh yang dapat mencapai Amerika Serikat.”

Mengenai syarat‑syarat Iran untuk mengakhiri perang, Araghchi menyatakan, “Kami belum mencapai tahap itu. Kondisi kali ini berbeda dengan sebelumnya.”

Ia mengingatkan, “Pada serangan pertama, mereka menyerang, menewaskan warga kami, menghancurkan infrastruktur, lalu meminta gencatan senjata. Kami menerimanya karena hanya mempertahankan diri. Setelah agresi berhenti, kami juga berhenti, tetapi perdamaian tidak tercapai. Sekarang serangan kembali, warga kami kembali dibunuh, dan mereka kembali menuntut gencatan senjata. Situasi seperti itu tidak dapat diterima.”

Araghchi menutup dengan menegaskan, “Kami harus menciptakan penyelesaian permanen. Sampai tercapai, kami akan terus berjuang demi keamanan rakyat kami.”(sl)