Negosiator Pemerintah Suriah Diteror
Seorang pejabat pemerintah Suriah diteror setelah bertemu dengan perwakilan kelompok-kelompok bersenjata di pinggiran Damaskus.
Ahmad Ghadban ditembak mati oleh penembak jitu ketika ia keluar dari lokasi perundingan dengan perwakilan opisisi bersenjata di pinggiran Damaskus, ibukota Suraih dan mencapai kesepakatan dengan mereka untuk mengembalikan sumber Ain al-Fijah. Demikian dilansir Press TV, Minggu (15/1/2017).
Hingga sekarang belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas teror tersebut. Namun dikatakan bahwa sniper adalah anggota kelompok teroris Ahrar al-Syam atau Front al-Nusra (Jabhat Fateh al-Sham).
Ghadban adalah salah satu koordinator rekonsiliasi dengan oposisi bersenjata di distrik Wadi Barada. Ia diteror setelah bertemu dengan perwakilan oposisi bersenjata di desa Ain al-Fijah.
Pada 13 Januari 2017, para pejabat Suriah dan kelompok-kelompok bersenjata telah sepakat untuk memperbaiki instalasi sumber air al-Fijah dan menyambungkan air dari sumber ini ke kota Damaskus.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, kelompok bersenjata yang ingin tetap tinggal di distrik Wadi Barada harus menyerahkan senjata mereka dan para teroris yang tidak bersedia menyerahkan diri akan direlokasi ke Provinsi Idlib, barat laut Suriah.
Sejak 24 Desember 2016, kelompok teroris Front al-Nusra di distrik Wadi Barada mencemari air minum kota Damaskus yang berasal dari sumber air al-Fijah dengan bahan bakar dan solar kemudian memutus aliran air itu.
Gencatan senjata di Suriah telah digelar sejak 30 Desember 2016 untuk mencapai penyelesaian politik dan mengakhiri krisis enam tahun di negara ini. Namun perjanjian ini tidak meliputi kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS) dan Front al-Nusra. (RA)