Iran Kecam Keras Teror Komandan Al-Qassam oleh Zionis
-
Kementerian Luar Negeri Iran
Pars Today - Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengeluarkan pernyataan yang mengutuk keras aksi teroris rezim Zionis yang biadab dalam teror Izz Al-Din Haddad, Komandan Umum Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas).
Dalam pernyataannya, 17 Mei 2026, Kemlu Iran menegaskan bahwa teror pengecut terhadap para pemimpin dan elit Palestina merupakan bukti nyata dari keputusasaan dan ketidakberdayaan rezim yang telah berulang kali melakukan kejahatan mengerikan selama delapan dekade terakhir. Namun demikian, tindakan ini sama sekali tidak mampu mengeringkan semangat perlawanan terhadap pendudukan, apartheid, dan kolonialisme brutal di hati dan pikiran rakyat Palestina.
"Faktanya, rakyat Palestina kini lebih bertekad dari sebelumnya untuk memperjuangkan hak asasi manusia mereka, terutama hak untuk menentukan nasib sendiri," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Kemlu Iran juga menekankan bahwa penghilangan secara fisik para komandan perlawanan dan elit Palestina tidak hanya gagal melemahkan jalan dan perjuangan perlawanan, tetapi juga akan menginspirasi generasi penerus dan para pejuang di jalan menuju martabat dan pembebasan Palestina.
Zionis terus melancarkan serangan bertarget. Para pemimpin dan komandan perlawanan gugur satu per satu. Namun keyakinan Iran tetap tidak berubah: darah syuhada tidak pernah disia-siakan. Jika musuh berharap bahwa dengan memenggal kepala ular, perlawanan akan mati, mereka telah salah menilai sejarah. Di Palestina, setiap pemimpin yang gugur akan melahirkan seribu pejuang baru. Faktanya, musuhlah yang kelimpungan, bukan para pejuang.
Mereka meneror seorang komandan. Besok, sepuluh komandan baru akan muncul. Ini bukanlah ketidakmurnian matematika; ini adalah resistansi. Zionis menguasai senjata canggih, jet tempur, dan dukungan AS. Namun mereka tidak bisa membunuh sebuah ide. Selama seorang anak di Gaza masih bisa mengangkat batu, selama seorang ibu di Tepi Barat masih bisa mengunci pintu rumahnya yang akan digusur, perlawanan tidak akan pernah mati. Dan di situlah musuh, dengan segala persenjataannya, akan selalu kalah.(Sail)