Yaman: Lebanon Garis Depan Umat Islam, Kami Bersamamu Melawan Zionis
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i190024-yaman_lebanon_garis_depan_umat_islam_kami_bersamamu_melawan_zionis
Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Yaman menyatakan bahwa front Lebanon adalah front bagi seluruh umat Islam melawan musuh bersama, dan menegaskan bahwa negaranya akan bersatu dengan perlawanan Lebanon dalam menghadapi agresi rezim Zionis.
(last modified 2026-05-16T08:52:54+00:00 )
May 16, 2026 15:51 Asia/Jakarta
  • Abdul Wahid Abu Ras, Wakil Menteri Luar Negeri Yaman
    Abdul Wahid Abu Ras, Wakil Menteri Luar Negeri Yaman

Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Yaman menyatakan bahwa front Lebanon adalah front bagi seluruh umat Islam melawan musuh bersama, dan menegaskan bahwa negaranya akan bersatu dengan perlawanan Lebanon dalam menghadapi agresi rezim Zionis.

Dilansir Pars Today dari IRNA, 16 Mei 2026, Abdul Wahid Abu Ras dalam pesannya kepada Sayid Ammar Al-Mousawi, pejabat hubungan internasional Hizbullah Lebanon, mengatakan, "Front Lebanon memiliki dampak langsung paling signifikan dalam mendukung Palestina."

Ia menambahkan, "Kami tegaskan kembali posisi Yaman yang tidak berubah dalam mendukung rakyat Lebanon dan perlawanan heroik mereka melawan musuh Israel."

Sementara itu, pemimpin Ansarullah Yaman, Badr Al-Houthi, menyusul penghinaan berulang dan sistematis kaum Zionis terhadap Masjid Al-Aqsa, menyatakan bahwa sudah menjadi tugas Muslim di seluruh dunia untuk mengambil tindakan serius dan tulus untuk melawan rencana jahat Zionis tersebut.

Al-Houthi menegaskan bahwa musuh Islam, dengan melanggar kesucian Masjid Al-Aqsa dan menargetkan rakyat Palestina, telah mengintensifkan kejahatan mereka. "Mereka berulang kali menyerang Lebanon. Sekarang, setelah gagal dalam putaran agresi sebelumnya terhadap Iran, mereka berusaha meningkatkan serangan mereka terhadap negara-negara kawasan."

Pemimpin Ansarullah itu menambahkan bahwa umat Islam memiliki tanggung jawab agama yang sakral untuk melawan Zionis dan pendukung mereka, serta untuk menegakkan keadilan dan menetralisir rencana jahat mereka.

Yaman, yang sedang berjuang melawan koalisi pimpinan Saudi, menyisihkan waktu untuk berseru: "Kami bersamamu, Lebanon". Seruan ini merupakan pengingat bahwa konflik ini tidak pernah hanya tentang satu perbatasan atau satu faksi. Front Perlawanan bersifat lintas batas. Ketika Zionis menyerang di satu tempat, gema perlawanan bergema di seluruh dunia Muslim. Ketika Hizbullah bertempur di selatan Lebanon, sekutu-sekutunya di Yaman menembakkan rudal ke jantung Israel. Ini bukanlah peperangan yang terisolasi; ini adalah medan perang yang terintegrasi.

Dunia mungkin melihat konflik terisolasi: Gaza, Lebanon, Yaman. Namun Poros Perlawanan melihatnya sebagai satu medan perang yang saling terhubung. Di Yaman, mereka berteriak: "Kami bersamamu, Lebanon". Di Lebanon, mereka berjanji: "Kami akan membalas untuk Gaza". Di Iran, mereka mengoordinasikan: "Ini semua adalah satu pertempuran". Sementara para diplomat Barat masih sibuk membuat peta untuk "mencegah eskalasi," Poros Perlawanan sudah membaca peta yang sama dan mereka memenangkan pertempuran di setiap titik di peta itu.(Sail)