Pembukaan Kedubes Palestina di Pakistan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i32231-pembukaan_kedubes_palestina_di_pakistan
Kedutaan Besar Palestina yang ke-90 telah dibuka pada Rabu, 1 Februari 2017 di Islamabad, ibukota Pakistan. Acara pembukaan Kedubes Palestina ini dihadiri oleh para pejabat Palestina dan Pakistan.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Feb 02, 2017 18:15 Asia/Jakarta
  • Pembukaan Kedubes Palestina di Pakistan

Kedutaan Besar Palestina yang ke-90 telah dibuka pada Rabu, 1 Februari 2017 di Islamabad, ibukota Pakistan. Acara pembukaan Kedubes Palestina ini dihadiri oleh para pejabat Palestina dan Pakistan.

Majdi al-Khalidi, Penasihat Pemimpin Otorita Ramallah Palestina untuk Urusan Diplomatik dalam sebuah pernyataan menjelaskan tentang pembukaan Kedubes Palestina di Pakistan.

 

Ia mengatakan, dengan dibukanya Kedubes ini, maka jumlah Kedubes Palestina di dunia menjadi 90 buah. Menurutnya, hal ini menunjukkan kesuksesan Palestina di tingkat dunia.

 

Transformasi Palestina –seiring dengan resistensi dan perlawanannya dalam beberapa tahun terakhir– menunjukkan terbukanya lembaran baru tentang kesuksesan bangsa Palestina di sektor diplomasi.

 

Keberhasilan-keberhasilan itu diraih di bawah bayangan berbagai prestasi kemenangan Muqawama Palestina di bidang politik dan di medan pertempuran dalam melawan rezim Zionis Israel.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, resistensi dan perlawanan heroik bangsa Palestina telah menyebabkan kekalahan pahit rezim Zionis di sektor militer.

 

Kekalahan rezim Zionis di berbagai perang yang dikobarkannya di Jalur Gaza seperti agresinya selama 22 hari ke Gaza pada tahun 2009, invasi selama delapan hari di Gaza pada tahun 2012 serta serangan militer ke wilayah yang diblokade itu selama 50 hari pada tahun 2014 adalah serangkaian kegagalan Israel yang membuat semua perimbangan di tingkat internasional menguntungkan Palestina.

 

Meningkatnya status Palestina di PBB menjadi tamparan keras bagi Israel. Hari Kamis 29 November 2012 waktu New York atau Jum'at  30 November 2012, mayoritas negara anggota PBB mendukung peningkatan status Palestina dari entitas pemantau menjadi negara Palestina non-anggota PBB. Perkembangan tersebut menyusul  kemenangan bangsa Palestina dalam perang delapan hari.

 

Satu hal yang menarik terkait ini adalah dukungan luas kepada Palestina di tingkat global telah menekan pendukung utama rezim Zionis, yaitu Amerika Serikat yang selalu menentang pembentukan negara independen Palestina.

 

Hal itu terlihat ketika derasnya tekanan opini publik telah membuat AS tidak memveto resolusi nomor 2334 Dewan Keamanan PBB yang mengecam dan menganggap ilegal pembangunan distrik-distrik Zionis di berbagai wilayah Palestina pendudukan. AS yang memberikan suara abstain terhadap resolusi tersebut telah menimbulkan reaksi dan refleksi luas di arena internasional.

Konsensus global tentang hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri merupakan penegasan dan stempel untuk kembalinya hak-hak bangsa Palestina yang dirampas Israel. Hal ini juga mengindikasikan protes global terhadap kelanjutan penjajahan rezim Zionis di Palestina.

 

Perkembangan global dan pendekatan masyarakat internasional terkait hak-hak rakyat Palestina mengindikasikan kekalahan dan kegagalan kebijakan anti- Palestina yang dikejar AS dan Israel.

 

Meskipun berbagai konspirasi dan upaya telah dilakukan untuk memarginalisasi isu Palestina dan menyimpangkan opini publik dunia, namun kita menyaksikan pendekatan positif masyarakat internasional atas isu Palestina dan hak rakyatnya untuk membentuk negara independen Palestina.  

 

Pembukaan Kedubes Palestina di berbagai negara dan peningkatan status Palestina di PBB serta bergabungnya Palestina di banyak lembaga internasional telah menciptakan kondisi untuk membentuk sebuah negara independen.

 

Israel dan AS dengan penuh rasa terkejut menyaksikan berbagai kesuksesan yang diraih rakyat Palestina di arena internasional. Kesuksesan rakyat Palestina itu telah mengancam upaya Otorita Ramallah untuk memilih kebijakan kompromi dengan Israel dan AS.                                              
 

Rakyat Palestina menolak proses perdamaian dengan Israel dan menegaskan persatuan dan solidaritas para pejabat Palestina dalam poros perlawanan serta menyerukan pencapaian kemenangan-kemenangan lebih. (RA)