Assad Kritik Kinerja Eropa terkait Krisis Suriah
-
Bashar al-Assad
Presiden Suriah, Bashar al-Assad mengatakan, mayoritas negara-negara Eropa sejak meletusnya perang di Suriah mengejar kebijakan tidak realistis dan memilih mendukung teroris.
IRIB News melaporkan, Bashar al-Assad Senin (6/2) saat menyambut delegasi parlemen Belgia yang dipimpin Filip Dewinter di Damaskus mengatakan, negara-negara Eropa melalui kebijakan seperti ini pada dasarnya mengucilkan dirinya sendiri sehingga untuk selanjutnya negara mereka tidak mampu memainkan peran di bidang ini.
Presiden Suriah menekankan, negara-negara Eropa dengan mendukung kelompok yang melakukan kejahatan teror terhadap warga Suriah sejatinya merugikan rakyat mereka sendiri.
Assad kepada delegasi Belgia menandaskan, “Sejumlah elit politik Barat berusaha keras meraih kemenangan di pemilu dan mereka tidak peduli terhadap kepentingan negara serta bangsanya.”
Bashar al-Assad menambahkan, proses seperti ini di sejumlah kasus mendorong munculnya sejumlah kebijakan di Eropa yang jauh dari realita dan hal ini mempengaruhi posisi Uni Eropa dan perannya di transformasi global.
Anggota delegasi Eropa di kesempatan tersebut menekankan, prestasi militer Suriah di pembebasan Aleppo dari pendudukan teroris sedikit banyak mengubah konstelasi kekuatan di perang kontra terorisme dan berpengaruh di perubahan sikap sejumlah petinggi dan negara-negara Barat.
Di pertemuan ini presiden Suriah dan ketua delegasi Belgia membahas transformasi terbaru Suriah dan berbagai transformasi global lainnya.
Krisis Suriah meletus sejak 2011 seiring dengan serangan besar-besaran kelompok teroris dukungan Arab Saudi, Amerika Serikat dan sekutunya untuk menggulingkan pemerintahan sah Bashar al-Assad. (MF)