Saudi Pilih Bank Investasi yang Berafiliasi dengan Israel
-
kilang minyak milik Aramco
Perusahaan Minyak Arab Saudi (Aramco) memilih bank investasi Moelis & Co yang berbasis di New York untuk memberi nasihat tentang penawaran umum perdana (IPO).
Penjualan perusahaan minyak terbesar di dunia itu merupakan di antara langkah terbaru dari beberapa langkah oleh pemerintah Saudi untuk menghasilkan pendapatan menghadapi defisit anggaran.
JPMorgan, yang sebelumnya menjadi bankir komersial Aramco selama bertahun-tahun, dan Michael Klein, mantan bankir Citigroup, telah menasihati pemerintah Saudi soal IPO.
Namun, keputusan kerajaan untuk memilih bank kecil itu mengejutkan banyak pengamat mengingat Moelis didirikan pada tahun 2007.
IPO, yang diperkirakan akan meningkatkan hingga 100 miliar dolar, ditargetkan menghasilkan jutaan dolar dan mendorong Moelis masuk dalam peringkat bank investasi global.
Tahun lalu, Moelis merekrut Shlomo Yanai, seorang pensiunan perwira militer Israel, untuk bergabung dengan perusahaan tersebut sebagai penasihat senior. Yanai sebelumnya ditawari jabatan direktur agen mata-mata Israel, Mossad, oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, namun ditolaknya.
IPO Aramco, mencapai aset 2 triliun dolar, dan diharapkan akan digulirkan pada 2018 dengan penjualan awal lima persen sahamnya.(MZ)