Peringatan Tegas Presiden Suriah terhadap Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i32685-peringatan_tegas_presiden_suriah_terhadap_israel
Kalangan media memberitakan bahwa Bashar al-Assad, Presiden Suriah memperingatkan rezim Zionis Israel mengenai konsekuensi dari pengulangan agresi rezim ilegal tersebut ke Suriah.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 10, 2017 16:19 Asia/Jakarta
  • Peringatan Tegas Presiden Suriah terhadap Israel

Kalangan media memberitakan bahwa Bashar al-Assad, Presiden Suriah memperingatkan rezim Zionis Israel mengenai konsekuensi dari pengulangan agresi rezim ilegal tersebut ke Suriah.

Pasca serangan terbaru militer rezim Zionis ke wilayah Suriah, Assad mengancam bahwa jika Israel kembali membombardir Damaskus dan bandara al-Mazzeh, maka militer Suriah akan menghujani Tel Aviv dan Bandara Ben Gurion dengan rudal.

 

Ini adalah untuk pertama kalinya Assad mengancam keras rezim Zionis setelah militer rezim penjajah al-Quds ini tiga kali membombardir bandara al-Mazzeh di Damaskus, di mana setiap kali penyerangan tersebut, militer Suriah membalasnya dengan menembakkan delapan rudal Scud.

 

Peringatan Presiden Suriah kali ini lebih keras mengingat ia mengancam akan menghujani kota Tel Aviv dan bandara Ben Gurion jika Israel kembali menyerang kota Damaskus dan bandara al-Mazzeh.

 

Meningkatnya serangan rezim Zionis ke wilayah Suriah termasuk serangan udara terbaru militer Israel ke sebuah pangkalan militer Suriah di Provinsi Quneitra direspon serius oleh para pejabat Damaskus. Sebuah gedung di kota Al Baath, Provinsi Quneitra, Suriah menjadi target serangan udara Israel pada Rabu malam, 8 Februari 2017.

 

Sejak meletusnya krisis Suriah, militer rezim Zionis telah berulang kali mendukung kelompok-kelompok teroris bersenjata di negara Arab itu dengan cara membombardir posisi pasukan Suriah di berbagai wilayah konflik, terutama di Dataran Tinggi Golan.

 

Pada perang tahun 1967, Israel berhasil menduduki Dataran Tinggi Golan dan mencaplok daerah ini menjadi wilayahnya pada tahun 1981.

 

Tindakan agresif rezim Zionis di berbagai wilayah Suriah termasuk di Dataran Tinggi Golan berlanjut ketika wilayah ini adalah bagian dari wilayah Suriah berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 242 dan 338.

 

Pendudukan wilayah Suriah oleh Israel dan pernyataan para pejabat Tel Aviv untuk melanjutkan pendudukan di kawasan Dataran Tinggi Golan terjadi ketika Suriah dalam beberapa tahun terakhir ini menghadapi sebuah krisis serius akibat propaganda Barat dan sekutunya di kawasan.

 

Menyusul meletusnya ketidakamanan dan krisis buatan di Suriah pada tahun 2011, rezim Zionis dan negara-negara Barat pendukungnya memberikan dukungan luas kepada kelompok-kelompok teroris untuk mengacaukan negara Arab itu.

 

Serangan udara Israel ke Damaskus, ibukota Suriah dan beberapa wilayah lainnya dilakukan dalam kerangka memberikan dukungan kepada kelompok-kelomok teroris Takfiri dan memberikan semangat baru kepada mereka.

 

Peningkatan serangan udara Israel ke Suriah termasuk penargetan posisi militer negara Arab ini di perbatasan dengan Palestina pendudukan merupakan upaya untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada kelompok-kelompok teroris Takfiri untuk melanjutkan kejahatannnya di Suriah.

 

Tak diragukan lagi, tindakan Israel tersebut direaksi serius oleh para pejabat Suriah dan pasukan Muqawama. Hal ini terlihat setelah kelompok-kelompok teroris Takfiri mengalami kekalahan di berbagai medan tempur.

 

Peringatan terbaru Presiden Suriah terhadap Israel juga menunjukkan bahwa militer Suriah menguasai situasi di berbagai medan tempur, terutama selama beberapa bulan terakhir ini. Mereka juga memiliki kemampuan yang diperlukan untuk melancarkan pukulan berat terhadap teroris dan rezim penjajah al-Quds di berbagai medan tempur.

 

Sikap pasif PBB terhadap agresi militer Israel ke Suriah menyebabkan rezim ini merasa aman atas tindakannya dan semakin berani untuk melanjutkan tindakan ilegalnya itu. Namun reaksi tegas Suriah menunjukkan bahwa segala bentuk petualangan rezim Zionis di Suriah akan berakibat buruk terhadap rezim "anak haram Barat" ini. (RA)