Kubu Anti Suriah Tidak Siap Hadiri Dialog Astana
Kubu bersenjata anti Suriah menyatakan tidak siap menghadiri babak ketiga dialog di Astana untuk menyelesaikan krisis Suriah.
Reuters melaporkan, Ahmad Osman, anggota senior delegasi kubu bersenjata anti Suriah hari Senin (13/3) menyatakan, delegasi ini untuk saat ini tidak siap menghadiri babak baru perundingan Suriah yang rencananya digelar Selasa (14/3) di Astana, Kazakhstan.
Ahmad Osman ketua kelompok bersenjata Sultan Murad dukungan Turki menambahkan, kubu anti Suriah menunggu jawaban Rusia atas surat yang meminta Moskow menjalankan fungsinya sebagai penjamin dan mengakhiri pelanggaran gencatan senjata yang ia klaim.
Anggota senior kubu bersenjata anti Suriah seraya mengklaim serangan Rusia terhadap warga sipil di wilayah yang dikontrol kubu ini dan serangan militer Suriah untuk merebut wilayah yang dikuasai kubu bersenjata menjelaskan, sampai saat ini tidak ada kesepakatan yang dijalankan.
Sementara itu, berdasarkan berbagai laporan, penyelenggaraan dialog Astana dengan melibatkan pemerintah Suriah dan kubu anti Damaskus serta tiga negara penjamin gencatan senjata mencakup Iran, Rusia dan Turki hingga kini mampu menciptakan gencatan senjata relatif di Suriah.
Dialog pertama perdamaian Suriah di Astana digelar 23-24 Januari 2017 dan babak kedua pada 14-16 Februari 2017.
Krisis Suriah meletus sejak tahun 2011 seiring dengan serbuan besar-besaran kelompok teroris dukungan Amerika Serikat dan sekutunya untuk menggulingkan pemerintahan legal Bashar al-Assad. (MF)