Misi Serangan Militer AS di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i34610-misi_serangan_militer_as_di_suriah
Pemerintah Suriah meminta Sekjen PBB Antonio Guterres untuk mencegah serangan koalisi internasional anti-Daesh pimpinan Amerika Serikat terhadap bendungan Tishrin dan Furat serta daerah-daerah di sekitarnya.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Mar 17, 2017 16:03 Asia/Jakarta
  • Misi Serangan Militer AS di Suriah

Pemerintah Suriah meminta Sekjen PBB Antonio Guterres untuk mencegah serangan koalisi internasional anti-Daesh pimpinan Amerika Serikat terhadap bendungan Tishrin dan Furat serta daerah-daerah di sekitarnya.

Permintaan ini untuk menghindari terjadinya sebuah tragedi di kawasan. Pemerintah Damaskus menegaskan bahwa penghancuran total bendungan tersebut – yang menjadi target serangan udara AS – akan membuat kota-kota besar dan kecil serta desa-desa diterjang banjir dan mengancam keselamatan ribuan warga setempat.

Pada hari Kamis (16/3/2017), militer Amerika Serikat mengkonfirmasi serangan udara di wilayah Idlib, Suriah setelah tersiar laporan tentang jatuhnya korban sipil dalam serangan itu. Juru bicara Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), Andy Stephens mengatakan, "Kami dapat mengkonfirmasi bahwa kami melakukan serangan di daerah Idlib pada hari Kamis."

AS dengan taktik tipu daya seperti pembentukan koalisi yang diklaim anti-Daesh telah melancarkan serangan udara terhadap sejumlah daerah di Suriah dan Irak sejak tahun 2014. Mereka mengaku serangan itu digelar untuk melumpuhkan teroris Daesh.

Padahal, Dewan Keamanan PBB atau pemerintah Presiden Bashar al-Assad sama sekali tidak memberikan otorisasi kepada koalisi internasional untuk menggelar kampanye udara di wilayah Suriah.

Transformasi Timur Tengah dalam beberapa dekade lalu menunjukkan bahwa serangan militer AS telah menghancurkan segala sesuatu di kawasan dan kelompok-kelompok bandit juga muncul dari daerah-daerah yang diduduki oleh pasukan AS.

Militer AS dan Daesh masih terus mempertontonkan sandiwara di Irak dan Suriah, dan hal ini diketahui dari tingkat kerusakan infrastruktur di sana menyusul serangan koalisi pimpinan Amerika.

Rakyat Irak dan Suriah harus menanggung biaya besar akibat kehancuran yang diciptakan oleh kelompok teroris Daesh dan para pendukungnya yaitu, AS dan Arab Saudi serta beberapa negara reaksioner di kawasan.

Tindakan AS memicu gelombang keprihatinan dan protes dari opini publik. Sejumlah laporan mengenai kejahatan militer AS memaksa para pejabat Washington untuk mengakui sebagain dari kejahatan yang mereka lakukan di Irak dan Suriah.

Dengan pengakuan ini, AS berusaha mencegah terbongkarnya kejahatan mereka yang lebih besar terkait penghancuran infrastruktur Irak dan Suriah serta pembunuhan warga sipil di kedua negara tersebut.

Dalam setiap kasus kematian warga sipil, AS selalu menggunakan istilah "secara tidak sengaja" telah menyasar warga sipil. Padahal, mereka memiliki peralatan tempur yang canggih dan radar modern sehingga mampu memantau gerakan sekecil apapun di Irak dan Suriah.

Pada dasarnya, pemerintah AS akan menghalalkan segala cara demi mencapai ambisinya di wilayah Timur Tengah. Para pejabat Washington siap melakukan kejahatan apapun di kawasan dan aksi mereka hanya membawa kehancuran dan kematian warga sipil.

Jelas bahwa satu-satunya pihak yang diuntungkan dari serangan koalisi pimpinan Amerika di Irak dan Suriah adalah kelompok-kelompok teroris, yang ingin menciptakan kekacauan dan kehancuran di Irak dan Suriah. (RM)