Daesh Diambang Perpecahan di Timur Irak
Ketua Komite Keamanan Dewan Provinsi Diyala, Timur Irak mengumumkan, kelompok teroris Daesh di Provinsi Diyala mengalami konflik internal terparah dan terancam pemisahan diri anasir-anasirnya.
Kantor berita Buratha, Irak (18/3) melaporkan, Syeikh Sadiq Al Husseini, Ketua Komite Keamanan Dewan Provinsi Diyala, Timur Irak menuturkan, kelompok teroris Daesh di provinsi ini sudah kehilangan soliditasnya dan tidak ada satupun pemimpin kelompok itu yang mengurusi anggotanya, oleh karena itu mereka terancam pecah.
Sadiq Al Husseini menambahkan, pasukan pemerintah Irak memiliki informasi valid yang menunjukkan bahwa Daesh di Provinsi Diyala sedang dilanda konflik internal terparah dan alasannya karena keberhasilan militer dan pasukan rakyat Irak menerobos jantung Daesh di kota Mosul dan tewasnya puluhan komandan mereka.
Menurut Al Husseini, Provinsi Diyala hampir bebas sepenuhnya dari tangan kelompok teroris Daesh dan foto-foto kemenangan Daesh di Diyala, palsu dan rekayasa untuk membangkitkan kembali semangat tempur para teroris.
Sebelumnya Kepala Badan Wakaf Ahlu Sunnah Provinsi Diyala, Irak mengatakan, untuk memulihkan kondisi keamanan Provinsi Diyala program mengaktifkan kembali masjid-masjid dan pelaksanaan ibadah di dalamnya, terus dilanjutkan.
Provinsi Diyala sebelumnya selalu menjadi target serangan kelompok teroris Daesh, namun seiring dengan semakin kuatnya kemampuan keamanan pasukan Irak di provinsi itu, saat ini keamanan Diyala relatif pulih. (HS)