Klaim Anti-Daesh dan Berlanjutnya Pembunuhan Sipil Irak oleh AS
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i35046-klaim_anti_daesh_dan_berlanjutnya_pembunuhan_sipil_irak_oleh_as
Sumber-sumber media Barat mengabarkan, militer Amerika Serikat bertanggung jawab atas terbunuhnya warga sipil di kota Mosul, Utara Irak. Kantor berita Perancis mengatakan, pusat komando Angkatan Bersenjata Amerika mengumumkan, dalam serangan jet-jet tempur Amerika ke Barat Mosul, puluhan warga sipil Irak tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 26, 2017 10:56 Asia/Jakarta
  • Klaim Anti-Daesh dan Berlanjutnya Pembunuhan Sipil Irak oleh AS

Sumber-sumber media Barat mengabarkan, militer Amerika Serikat bertanggung jawab atas terbunuhnya warga sipil di kota Mosul, Utara Irak. Kantor berita Perancis mengatakan, pusat komando Angkatan Bersenjata Amerika mengumumkan, dalam serangan jet-jet tempur Amerika ke Barat Mosul, puluhan warga sipil Irak tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.

Pada saat yang sama pusat komando Angkatan Bersenjata Amerika berusaha berlepas tangan dari kejahatan-kejahatan yang dilakukannya di Irak dan mengklaim bahwa pihaknya menyerang wilayah Barat Mosul atas permintaan pasukan pemerintah Irak. Sementara laporan-laporan yang ada menunjukkan terus bertambahnya jumlah korban kejahatan Amerika di Irak. Laporan terbaru menyebutkan, jumlah korban serangan koalisi Amerika ke pemukiman penduduk Mosul, mencapai 263 orang.

Berdasarkan keterangan warga Mosul, dua serangan udara terjadi pada tanggal 13 dan 17 Maret 2017 ke pemukiman penduduk di bagian Barat kota itu.

Serangan-serangan udara yang dilancarkan jet-jet tempur Amerika menewaskan ribuan warga sipil Irak dan dalam laporan militer Amerika korban pembunuhan itu disebut sebagai "korban marjinal". Militer Amerika dua bulan lalu mengakui bahwa pasukan koalisi telah melakukan kesalahan serangan di Suriah dan Irak sepanjang tahun 2016 serta menewaskan sekitar 100 warga sipil. Namun Kementerian Pertahanan Rusia dalam laporannya menyebut jumlah warga sipil Irak dan Suriah yang tewas di tangan koalisi pimpinan Amerika mencapai sekitar 1000 orang.

Para pengamat politik dengan memperhatikan bukti-bukti yang ada menilai kejahatan-kejahatan Amerika di Irak dan Suriah dilakukan dalam kerangka tujuan serta maksud-maksud mencurigakan dan tendensius Washington di kedua negara itu. Sejumlah dalih yang kerap dilontarkan militer Amerika untuk menjustifikasi kejahatan-kejahatannya di beberapa negara termasuk Irak dan Suriah, di antaranya kesalahan manusia, ketidaksengajaan atau klaim operasi atas permintaan pemerintah setempat.

Seluruh bukti yang ada menunjukkan bahwa kejahatan-kejahatan Amerika merupakan langkah disengaja dan sejalan dengan tujuan para teroris dalam menumpahkan darah warga sipil.

Pada kenyataannya, mengingat peralatan canggih yang dimiliki Amerika dan propaganda luas yang dilakukan negara itu, penentuan target pemukiman penduduk dan lokasi teroris yang ada di sana, merupakan perkara yang sangat mudah. Namun demikian, ketidakmampuan Amerika mengidentifikasi dengan akurat mana pemukiman penduduk dan mana lokasi teroris yang jika dilihat secara militer adalah hal yang sangat mudah, membuktikan kelemahan Amerika yang mengklaim mampu dan layak memerangi terorisme.

Tidak diragukan kelemahan semacam ini dapat membawa dampak lebih mematikan bagi masyarakat kawasan. Dalam hal ini, pembunuhan terhadap sejumlah pelajar di Mosul, serangan ke acara pemakaman di wilayah Daquq, Kirkuk, Irak yang menewaskan 25 warga sipil termasuk 15 perempuan, di antara serangan yang dilakukan koalisi Amerika dengan dalih memerangi terorisme dalam beberapa bulan terakhir di Irak dan terus didiamkan oleh PBB.

Koalisi anti-Daesh pimpinan Amerika secara praktis telah berubah menjadi mesin pembunuh masyarakat dan pasukan pemerintah Irak, dan langkah-langkah koalisi itu juga telah menciptakan gangguan serius dalam proses perang melawan terorisme.

Transformasi Irak menunjukkan bahwa keberhasilan-keberhasilan rakyat Irak dalam memerangi terorisme dan pembersihan wilayah-wilayah lebih luas di negara itu dari keberadaan teroris, menyebabkan keputusasaan dan pada saat yang sama, kebingungan para teroris serta para pendukungnya. Pada kondisi seperti ini, para teroris gencar melakukan aksi pembalasan terhadap rakyat Irak seiring dengan berlanjutnya kekalahan mereka di negara itu.

Hingga kini masyarakat internasional terus menyaksikan kejahatan-kejahatan teroris di Irak termasuk penggunaan anak-anak untuk melakukan aksi teror dan meningkatnya serangan Amerika terhadap warga sipil yang turut menewaskan anak-anak dan perempuan. (HS)