Militer Suriah Bantah Lakukan Serangan Kimia di Idlib
Staf Komando Angkatan Bersenjata Suriah membantah penggunaan bahan kimia dan racun oleh pasukan negara itu di Idlib dan mengumumkan, kelompok-kelompok teroris bertanggung jawab atas serangan-serangan kimia di Suriah.
IRNA (5/4) melaporkan, Staf Komando Angkatan Bersenjata Suriah, Selasa (4/4) malam mengatakan, karena kekalahannya di medan tempur, kelompok-kelompok teroris saat ini berusaha melakukan pembalasan dengan menyebarkan klaim-klaim bohong.
Staf Komando Angkatan Bersenjata Suriah menjelaskan, kelompok-kelompok teroris bertanggung jawab atas serangan kimia di distrik Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib, Barat Laut Suriah. Langkah itu dilakukan teroris untuk mencapai tujuan-tujuan bengisnya dengan melakukan kejahatan terhadap warga sipil.
Ditegaskannya, pasukan pemerintah Suriah sejak dahulu dan sampai nanti tidak akan pernah menggunakan bahan kimia dan racun.
Sumber-sumber media afiliasi teroris dan pemberontak Suriah, Selasa (4/4) mengklaim, jet-jet tempur tak dikenal membombardir distrik Khan Sheikhoun di Idlib dengan rudal-rudal yang mengandung gas kimia serupa gas beracun Sarin.
Dewan Keamanan PBB, Rabu pukul 14 GMT mengumumkan akan menggelar pertemuan untuk membahas serangan kimia di Idlib, Suriah tersebut.
Kelompok-kelompok pemberontak Suriah menuduh pasukan pemerintah negara itu sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan kimia di wilayah kekuasaannya di Barat Laut Suriah yang menurut mereka menewaskan sedikitnya 100 orang dan melukai 400 lainnya. (HS)