Prakarsa Iran Atasi Senjata Kimia Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i36026-prakarsa_iran_atasi_senjata_kimia_suriah
Wakil tetap Iran di Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menyerukan dibentuknya tim pencari fakta internasional yang independen untuk melakukan investigasi komprehensif mengenai peristiwa terbaru yang terjadi di Suriah, terutama mengenai bagaimana senjata kimia bisa masuk ke wilayah negara Arab itu.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 14, 2017 13:36 Asia/Jakarta
  • Prakarsa Iran Atasi Senjata Kimia Suriah

Wakil tetap Iran di Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menyerukan dibentuknya tim pencari fakta internasional yang independen untuk melakukan investigasi komprehensif mengenai peristiwa terbaru yang terjadi di Suriah, terutama mengenai bagaimana senjata kimia bisa masuk ke wilayah negara Arab itu.

Alireza Jahangiri, dubes Iran di OPCW dalam sidang luar biasa dewan eksekutif organisasi ini di Den Haag, menjelaskan, "Republik Islam sebagai korban penggunaan senjata kimia dalam perang yang dipaksakan selama delapan tahun terhadap Iran, mengutuk segala bentuk penggunaan senjata pemusnah massal dalam kondisi apapun,".

Jahangiri dalam statemennya juga mengecam serangan rudal yang dilakukan AS terhadap pangkalan militer Suriah, dan mengkritik sejumlah pihak yang melemparkan tudingan kepada negara lain. Wakil tetap Iran di OPCW menjelaskan, Iran dan Rusia telah menyusun prakarsa bersama yang disampaikan dalam pertemuan mengenai urgensi pembentukan tim pencari fakta internasional independen.

Pada Jumat (7/4), AS melancarkan serangan rudal ke pangkalan militer Suriah dengan dalih pemerintah Assad menggunakan senjata kimia di wilayah Khan Sheikhon, Idlib. Ironisnya, klaim Washington tersebut tidak didukung satu pun fakta yang bisa dipertanggungjawabkan. AS mengulang tindakan serupa saat menyerang Irak dengan alasan yang juga senada. Padahal, Dewan Keamanan PBB selaku otoritas keamanan dan perdamaian di tingkat global tidak mengeluarkan satu pun resolusi yang membolehkan dilancarkannya serangan AS tersebut. Pasalnya, hingga kini tidak ada satupun hasil penyelidikan yang membenarkan klaim AS bahwa pemerintah Assad sebagai pihak yang menggunakan senjata kimia dalam kejahatan internasional tertentu. Kini, sepak terjang AS tersebut menjadi pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Republik Islam Iran menyikapi masalah ini secara logis dan transparan. Prakarsa Iran mengenai dibentuknya tim pencari fakta internasional yang independen menunjukkan sikap moderat Tehran dalam menyikapi masalah klaim penggunaan senjata kimia di Idlib. Sebab, metode yang paling logis dalam menyingkap masalah ini adalah pembentukan tim pencari fakta independen.

Masalah senjata kimia di Suriah harus diselidiki dan diselesaikan hingga tuntas, sebab tudingan yang dilancarkan oleh sebagian negara Barat dan Arab, terutama AS, terhadap pemerintah Assad bertentangan dengan realitas sebenarnya yang terjadi di negara Arab itu. Sebelumnya, penyelidik masalah Senjata Kimia PBB menegaskan bahwa pemerintah Suriah tidak memiliki bahan kimia yang dipergunakan sebagai senjata. Oleh karena itu, mereka menaruh kepercayaan terhadap Damaskus dalam masalah itu. Pada saat yang sama tidak ada pengawasan intensif terhadap aktivitas yang dilakukan kelompok teroris dalam masalah pemindahan bahan baku maupun senjata kimia dari negara pendukungnya menuju wilayah Suriah.

Sementara itu AS memanfaatkan situasi krisis ini demi kepentingannya. Petualangan baru AS menunjukkan watak negara ini sebagai  rezim pengobar perang. Menghadapi situasi demikian, Iran mengambil langkah yang logis dan transparan dengan mengusulkan pembentukan tim pencari fakta serangan kimia di Suriah, demi mengungkap fakta sebenarnya.