Dukungan AS dan Serangan Misil Israel ke Suriah
-
Jet tempur
Bertepatan dengan kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, James Mattis ke Palestina pendudukan, jet-jet tempur Israel Jumat (21/4) malam menembakkan dua roket ke salah satu pos militer Suriah di sekitar distrik Khan Arnabah, Provinsi Quneitra.
James Mattis hari Jumat di Tel Aviv bertemu dengan Menteri Peperangan Israel, Avigdor Lieberman dan kedua pihak menekankan dilanjutkannya kebijakan ofensif terhadap pemerintah Damaskus.
Serangan roket terbaru Israel ke Khan Arnabah setelah pertemuan tersebut mengindikasikan bahwa Amerika Serikat dan rezim Zionis menggalang kerjasama terkait Suriah dan kerjasama ini dalam koridor mendukung milisi bersenjata dan kelompok teroris.
Sebelum serangan udara Israel, serangan rudal Amerika Serikat ke pangkalan udara Suriah di Provinsi Homs disambut hangat oleh Tel Aviv. Israel mengumumkan bahwa di serangan tersebut Washington berkoordinasi dengan Tel Aviv. Serangan dua misil ke Suriah ini terjadi di saat kelompok teroris di berbagai wilayah negara ini mengalami kekalahan.
Serangan jet-jet tempur Irael ke pos-pos militer Suriah di sekitar distrik Khan Arnabah dilancarkan di saat operasi kelompok teroris ke pusat militer di daerah Quneitra gagal dan serangan udara Jumat malam Tel Aviv kembali membuktikan dukungan langsung rezim ilegal ini terhadap fenomena buruk terorisme.
Sebelum serangan ini, jet tempur Israel pada Maret 2017 juga menarget pos militer di dekat kota bersejarah Palmyra di Provinsi Homs, dan bersamaan dengan itu pula, sebuah jet tempur Israel ditembak jatuh sistem anti udara Suriah. Serangan Jumat malam Israel ke Suriah merupakan kelanjutan serangan misil dan udara ke negara ini yang dimulai sejak Januari 2013. Sejak saat itu, Israel memainkan peran pendukung bagi kelompok teroris dan milisi bersenjata Suriah.
Rangkaian serangan misil Israel ke berbagai wilayah Suriah mengindikasikan hubungan berarti rezim ini dengan kelompok teroris, di mana tujuan dari kerjasama tersebut adalah melawan front terdepan poros muqawama. Dalam koridor ini, teroris menjadi tangan kanan Israel dan ketika teroris mengalami kekalahan dari militer Suriah serta pejuang Hizbullah Lebanon, Tel Aviv langsung memberi bantuan.
Teroris yang berada di Provinsi Quneitra senantiasa mendapat perhatian ekstra dari Israel mengingat posisi kawasan ini berbatasan dengan Palestina pendudukan. Teroris Front al-Nusra menempati Quneitra dan militer Israel serta pejuang Hizbullah tengah berperang dengan kelompok teroris ini. Sementara ketika anasir teroris menderita luka-luka mereka mendapat pengobatan di rumah sakit Israel di Dataran Tinggi Golan serta mendapat perlengkapan perang untuk melawan tentara Suriah.
Front al-Nusra adalah kelompok teroris yang tercantum di list Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), namun laporan menguatkan bahwa kelompok teroris Front al-Nusra dan anasir teroris lainnya yang berafiliasi dengan kelompok ini memiliki hubungan dengan Israel.
Sementara itu, militer Suriah berhasil merampas dan menemukan sejumlah besar senjata dan perlengkapan militer buatan Israel dari tangan kelompok teroris termasuk Front al-Nusra. Seluruh kasus ini, di samping serangan berantai jet tempur Israel ke wilayah Suriah, membuktikan hubungan kuat rezim Zionis dengan kelompok Takfiri.
Di kondisi seperti ini, menteri peperangan Israel saat bertemu dengan James Mattis mengkambinghitamkan Republik Islam Iran dan menuding Tehran sebagai sponsor teroris. (MF)