Motif Israel Lanjutkan Serangan ke Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i36764-motif_israel_lanjutkan_serangan_ke_suriah
Hanya berselang satu pekan dari serangan udara rezim Zionis Israel ke pos-pos militer Suriah di sekitar distrik Khan Arnabah, Provinsi Quneitra, Tel Aviv dilaporkan kembali menarget salah satu pos militer Suriah di dekat bandara udara Damaskus.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 28, 2017 06:59 Asia/Jakarta
  • Serangan Roket Israel ke Suriah
    Serangan Roket Israel ke Suriah

Hanya berselang satu pekan dari serangan udara rezim Zionis Israel ke pos-pos militer Suriah di sekitar distrik Khan Arnabah, Provinsi Quneitra, Tel Aviv dilaporkan kembali menarget salah satu pos militer Suriah di dekat bandara udara Damaskus.

Sebuah sumber militer Suriah menyatakan, salah satu pos militer negara ini di barat daya bandara udara Damaskus diserang sejumlah roket Israel yang diluncurkan dari wilayah Palestina pendudukan pada Kamis (27/4) pagi. Serangan tersebut menimbulkan kerugian materi cukup besar.

 

Menteri Intelijen Israel saat diwawancarai Radio rezim Zionis mengklaim, ketika Israel memperoleh informasi pengiriman senjata canggih kepada Hizbullah Lebanon, maka Tel Aviv langsung bertidnak. Menurutnya, Perdana Menteri Benyamin Netanyahu menginstruksikan militer menyerang Suriah dalam koridor ini kapan saja mereka ingin.

 

Klaim ini dirilis di saat senjata-senjata Israel di berbagai wilayah Suriah diberikan kepada para teroris dan bahkan perwira tinggi Zionis bertanggung jawab mengarahkan para teroris di berbagai wilayah Suriah. Berbagai klaim yang dilontarkan menjadi alasan bagi intervensi militer Israel dan Amerika Serikat di Suriah. Sebelumnya, Amerika Serikat pada 7 April 2017 dengan klaim tentara Suriah menggunakan senjata kimia di Khan Shaykhun, menyerang pangkalan militer negara ini di Provinsi Homs dengan 59 rudal.

 

Serangan rudal AS dan Israel yang terprogram terhadap pos-pos militer Suriah memiliki satu tujuan, yakni mepmerlemah kemampuan kekuatan di negara ini yang menjadi front terdepan melawan terorisme Takfiri dukungan Washington dan Tel Aviv. Militer Suriah bersama Hizbullah Lebanon serta dengan bantuan penasehat militer Republik Islam Iran, berhasil membuat teroris semakin terjepit dan diambang kekalahan. Selain itu, semangat teroris semakin pudar dan hal ini menjadi alasan bagi Israel melancarkan serangan berulang ke pos militer Suriah.

 

Bersamaan dengan serangan Israel ke Suriah, kelompok teroris yang terluka juga mendapat perawatan medis Israel, tepatnya di rumah sakit rezim Zionis di Dataran Tinggi Golan pendudukan.

 

Menurut Tomer Koller, perwira Israel, pengobatan teroris yang terluka di balai pengobatan Zionis dilakukan sejak tahun 2014 dan hingga kini sekitar tiga ribu teroris yang terluka di Suriah dirawat di rumah sakit Israel.

 

Pendekatan Israel saat ini terhadap Suriah mengindikasikan kerjasama dan koordinasi rezim ini dengan teroris dengan tujuan memperkuat semangat mereka. Namun seperti yang ditekankan militer Suriah, serangan roket Israel tidak berpengaruh pada tekad tentara Suriah dalam memerangi kelompok teroris dan memusnahkan fenomena buruk ini.

 

Pelanggaran kedaulatan dan integritas wilayah Suriah oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat terjadi di saat menurut Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, harus ada kepercayaan kepada pemerintah sah Suriah dan perannya dalam menerapkan perdamaian dan keamanan global serta Damaskus harus dihormati.

 

Serangan berulang Israel ke sebuah negara independen dan anggota PBB merupakan pelanggaran hukum internasional dan kebijakan perang Israel di Damaskus hanya dapat dianalisa sebagai bentuk dukungan kepada teroris. (MF)