Belajar Menjaga Puasa di Bulan Ramadhan 1
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i38414-belajar_menjaga_puasa_di_bulan_ramadhan_1
Dengan memasuki bulan Ramdhan, kita perlu untuk memanfaatkan ajaran Islam demi melindungi diri kita dari sejumlah perilaku di bulan penuh berkah ini, sehingga dapat mengubah jiwa kita lebih dekat kepada Allah.
(last modified 2026-04-15T09:44:22+00:00 )
May 28, 2017 14:16 Asia/Jakarta
  • Bulan Jamuan Ilahi
    Bulan Jamuan Ilahi

Dengan memasuki bulan Ramdhan, kita perlu untuk memanfaatkan ajaran Islam demi melindungi diri kita dari sejumlah perilaku di bulan penuh berkah ini, sehingga dapat mengubah jiwa kita lebih dekat kepada Allah.

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh keutamaan dan kemuliaan. Ketika memasuki bulan Ramadhan, pintu-pintu khusus berupa rahmat dan kemuliaan ilahi terbuka untuk semua umat Islam dan dimulailah jamuan ilahi. Perjamuan yang telah disebutkan dalam al-Quran dan disampaikan oleh Rasulullah Saw. Namun yang paling penting, di bulan ini yang menjadi tuan rumah adalah Allah Swt sendiri.

Oleh karenanya, sudah barang tentu untuk memasuki bulan agung dan penuh berkah ini, setiap orang yang memiliki kesiapan. Nabi Muhammad Saw ketika menyaksikan hilal bulan Ramadhan, langsung menghadap kiblat dan mengangkat tangannya ke langit lalu berdoa, "Ilahi! Jadikanlah bulan ini bagi kami aman dan iman, keselamatan dan Islam, kesehatan dan rezeki yang luas serta menghilangkan sakit yang mengganggu. Ilahi! Beri kami kesempatan untuk berpuasa, ibadah dan membaca al-Quran di bulan ini. Jadikan bulan ini penuh untuk kami, jaga ia tetap sempurna bagi kami dan lindungi kami agar tetap sehat di bulan ini." 

Bulan Ramadhan

Terlepas dari ibadah puasa di bulan Ramadhan dan keutamaannya sebagai satu kewajiban yang ditetapkan dalam Islam, asal puasa sendiri merupakan ibadah yang agung dan mulia. Banyak riwayat yang berbicara tentang masalah ini baik yang diriwayatkan oleh Syiah atau Ahli Sunnah dalam buku-buku mereka. Seperti sebuah hadis menarik dalam masalah ini dan banyak diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Allah Swt berfirman, 'Puasa untuk Aku dan Aku yang memberikan Pahalanya."

Pertanyaannya, bagaimana kita dapat meraih pahala yang sedemikian besar dan spesial ini?

Poin pertama yang harus dilakukan seseorang yang berpuasa bukan hanya meninggalkan apa saja yang membatalkan puasa baik makan atau minum, tapi hendaknya telinga, mata, kulit dan anggota badan lainnya juga turut berpuasa. Yakni, segala bentuk dosa yang diharamkan kepada anggota badan untuk melakukannya harus ditinggalkan. Harus diperhatikan bahwa seseorang yang berpuasa hendaknya tidak berbicara yang berujung pada dosa seperti ghibah, berbohong dan menghina. Orang yang berpuasa juga tidak mendengar segala ucapan. Lebih dari itu, seorang yang berpuasa harus mampu meninggalkan apa saja yang membuat hatinya lupa kepada Allah Swt.